Gavin menghentikan laju motornya tepat di depan sebuah bengkel yang cukup besar milik kakaknya itu. Ia datang ke mari untuk memberikan perawatan pada si Sexy agar dia selalu bugar dan dapat menemani Gavin ke mana pun laki-laki itu pergi. "Bang, biasa ya, motor gue," ujar Gavin kepada salah satu karyawan kakaknya yang langsung disahuti dengan jari jempol dari laki-laki dengan tubuh yang berisi itu. "Oh iya, Abang gue di dalem nggak?" tanya Gavin lagi. Laki-laki yang memiliki nametag bertuliskan Rizal pada seragam kerjanya itu menjeda pekerjaannya sejenak demi menjawab pertanyaan dari adik bosnya itu, "Bang Revan baru aja keluar. Tadi juga ada tamu, mungkin ada urusan sama tamunya tadi." "Tamu?" batin Gavin. Rasanya jarang sekali Revan membawa tamu ke bengkelnya. Biasanya ia akan bertemu

