"Buka mulut lo.." Bli Raja menekan kedua pipi gue, memaksa gue membuka mulut dan menelan cairan s****a yang dia keluarkan. "f**k. Aaahhh..." Erangan kepuasan Bli Raja berbanding terbalik dengan reaksi apa yang dihasilkan oleh Satur pada saat yang sama. Setelah dia puas melampiaskan nafsunya. Bli Raja mendorong gue sampai terjerembab ke lantai yang tidak seberapa jauh dari tempat Satur. Dia memperlakukan gue seperti sampah yang selesai dia pakai, tidak berarti lagi. Dia keluar dari dalam apartemen berserta Erdo yang semula menahan Satur agar menyaksikan apa yang dilakukan Bli Raja terhadap gue lebih dari satu jam penuh. Tanpa belas kasihan. Dalam kondisi tangannya yang terikat, Satur bergerak, berusaha mendekati gue yang masih lemas tidak berdaya. "Mela...Mela sadar." Bayang-bayang S

