Awalnya gue berpikir bahwa kehadiran gue di dunia ini sama sekali tidak berarti apapun bagi siapa pun. Sampai gue bertemu dengan perempuan bernama Karen. Gue memahami, bahwa hidup yang gue jalani sama sekali tidak ada apa-apanya dibanding dengan perempuan itu. Perempuan yang mungkin dicintai oleh Bli Raja dengan kesungguhannya. Suara letusan pistol terdengar beberapa detik yang lalu. Gue melihatnya sendiri. Melihat kejadian itu. Senyuman yang muncul hampir tanpa penyesalan apapun yang mungkin bisa ditemui dari banyaknya ekspresi manusia menjemput ajal. Karen menyambutnya dengan suka cita yang tampak jelas di kedua irish matanya. Letusan pistol selanjutnya terdengar. Berkali-kali hingga percikan darah membasahi rumput-rumput di bawah kaki kami. Suaranya nyaring, menggema sampai kejauha

