Mobil yang kami tumpangi memutar arah setelah Bli Raja mengajukan permohon untuk keluar Kota, menyebutkan nama tempat yang terasa asing di telinga. Menuju ke selatan. Tepat sebelum tengah malam, mobil sudah melesat melewati pintu keluar tol. Entah dimana kami sekarang, waktu berlalu begitu lamban bagi gue. Yang ada hanya keheningan dan suara musik jazz yang membuat gue menguap beberapa kali. Pengantar tidur yang sungguh, sempurna. Apalagi sekarang? Setelah pernikahan Satur yang hampir jauh dari kata menajubkan. Pertengakaran Bli Setya dan Farah yang hampir selalu terjadi diberbagai kesempatan. Dan nyalang mata Bli Raja yang sungguh membuat siapa saja yakin, bahwa laki-laki itu mampu membuat ikan menguliti dirinya sendiri. Gue hampir tidak memiliki alasan lain untuk membuka suara atau me

