44

969 Kata

Seseorang berbicara, tidak jauh dari gue. Entah siapa, suara-suara mereka berdengung, tidak tampak jelas dan cukup terkendali. Terkadang suara itu  berisi penuh ancaman, kadang bernada sangat rendah. Mereka membicarakan sesuatu yang sepertinya rahasia, sebab setelah gue berusaha membuka kelopak mata. Suara-suara yang semula ada, kini lenyap begitu saja. "Mela." "Bli Setya?" Gue tidak bisa menangkap sosok Bli Setya, sinar matahari yang menyusup membutakan pandangan gue, tapi kemudian sebuah sentuhan ringan menyadarkan bahwa orang itu benar-benar Bli Setya. "Bli Setya, kepala Mela pusing." Tidak ada jawaban, Bli Setya kembali berbicara pada orang lain yang berdiri tidak jauh dari kami. Sedangkan gue tetap tidak bisa melihat apa-apa. "Kita harus segera membawanya ke rumah sakit." "Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN