Bli Raja mengangkat kakinya dari kepala gue. Dengan perlahan namun pasti, dia menarik tubuh gue untuk duduk di atas lantai yang semula lebih melekat dari rasa sakit apapun yang sudah pernah dia berikan. Pada saat ini, detik ini. Kemungkinan paling buruk, bisa jadi ada ditangannya. Pelatuk pistol itu bisa kapan saja memuntahkan pelurunya, melubangi kepala gue atau jika dia lebih berbaik hati. Bli Raja akan kembali menjatuhkan kekesalannya dengan semua tindakan kasar yang pernah dia lakukan sebelumnya. Rasa lelah begitu merasuk. Seakan-akan telah puluhan purnama gue lalui ini sendiri. Mungkin memang benar begitu. Menikmati rasa sakit yang diberikan Bli Raja jauh lebih mudah daripada berlari meninggalkannya. Dan gue terlalu nyaman untuk itu. "Jangan menghianati gue lagi.." bisiknya. "Siap

