42

1683 Kata

Ini bukan yang pertama kali. Farah terus meyakinkan dirinya sendiri. Ini bukan yang pertama kali. Di atas closet duduk itu dia memeluk dirinya sendiri dalam keheningan yang hikmat. Semua akan baik-baik saja. Tekadnya hanya satu, mencoba bertahan meski dia tau bahwa laki-laki di luar sana telah memperkosanya. Entah untuk berapa kali selama dia kehilangan kesadaran. Jari-jari lentik Farah menghapus air mata yang merembes tanpa ampun. Sejujurnya dia takut. Sangat takut. Namun, tidak ada pilihan lain. Farah berdiri, berjalan menuju shower untuk membasuh dirinya sendiri. Menghapus sisa-sisa percintaan di antara dia dan orang asing itu. Bagian intimnya terasa perih, tapi dia hanya mampu meringis, menahan tangis dan luka akibat kehilangan harga diri. Seluruh tubuh Farah basah karena guyuran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN