Gue berjalan melewati lorong menuju pintu keluar club dimana gue harus memberikan kunci yang akan membawa Satur menuju sebuah paket yang dipesankan atas nama Pak Pandji. Bukan jadi urusan gue berisi apa kotak hitam yang terkunci itu. Gue hanya ditugaskan untuk bertemu dengan Satur dan menjadi perantara adanya transaksi di antara kedua kubu. Bagaimana gue pada akhirnya memilih melepas seluruh hasrat terpendam dengan Satur adalah sebuah kesalahan. Sekarang lebih sulit lagi rasanya untuk mengacuhkan dia saat nanti kami mungkin bertemu kembali. Perasaan semacam itu sama sekali belum pernah gue alami. Sama sekali belum. Perasaan asing yang.......mengancam. Rasanya seperti sewaktu-waktu akan ada yang meringkusmu. Menarik seluruh kesadaranmu, membuatmu tidak berpikir untuk melawan. Rasa itu su

