Beberapa malam sesudah transaksi pertama yang gue lakukan. Bli Raja terus memberikan pekerjaan-pekerjaan lain. Hampir tidak pernah ada waktu untuk bersantai. Bahkan memikirkan kelanjutan pendidikan gue yang terhenti begitu saja, rasanya mustahil. Pekerjaan baru gue berbeda dari pekerjaan pertama, di antara transaksi itu, dilakukan secara terbuka. Bli Raja membiarkan gue melihat barang apa yang harus gue antarkan. Di antaranya ada senapan terbaru, juga barang haram seperti kokain dan minuman yang harganya bisa jutaan. Tentu saja ini semua ilegal. Tapi bukan itu yang paling mengerikan. Gue tau, pekerjaan ini masih dalam taraf yang mudah di antara pekerjaan yang lainnya. Orang-orang yang gue temui pun hanya seorang utusan yang dikirim demi menjaga privasi si pemesan. Tapi sekali terjadinya

