23

1577 Kata

Setelah kepergian seorang dokter yang sengaja dipanggil Bli Setya untuk menangani luka-luka Farah. Aku duduk di kursi, menungguinya dan memikirkan seluruh apa yang dikatakan oleh si dokter itu beberapa saat lalu. "Lukanya tidak begitu dalam. Terimakasih karena kamu cukup membuat pendarahannya tersendat. Aku juga sudah mengecek luka di bagian vitalnya. Apa kamu pernah melihat dia mendapatkan kekerasan secara seksual sebelum ini?" "Tidak, Dok. Hampir tidak pernah." "Berarti pernah?" "Aku tidak yakin." "Aku menemukan luka yang kemungkinan berasal dari benda tumpul, bukan dihasilkan dari pergesekan antar alat vital. Tapi itu mengakibatkan traumatik v****a. Kamu mengerti maksudku?" "Apa dia akan sembuh?" "Ya, tentu, pasti. Aku bisa memastikannya. Hanya aku tidak yakin mengenai luka psiko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN