Setelah hari itu gue tidak pernah berusaha lagi menemui Farah atau menanyakan bagaimana kabarnya demi keamanan gadis itu. Bli Raja selalu membuat gue berada di samping dia dua puluh empat jam. Kami bekerja bersama, kami makan bersama, kami bahkan tidur bersama. Di beberapa malam, gue merasa Bli Raja menghabiskan waktunya hanya untuk memandang gue. Dia tidak pernah lagi menyentuh gue atau bersikap kasar dalam beberapa minggu terakhir. Meski begitu, bukan berarti kewaspadaan gue terhadap Bli Raja berkurang. Malam ini lebih larut dan gelap dari biasanya. Jendela kamar sengaja tidak ditutup tirai, gue membiarkan angin malam yang dingin masuk, membelai segala kegelisahan ini. Gue suka melihat bulan yang tercetak jelas di langit berawan itu, seperti anak kecil yang mendamba ada pangeran yang

