Brighita dan Felicya kembali dari pemakaman saat langit sudah menampakkan senjanya. Brighita sedikit menghangat melihat pemandangan itu. Sebelum memutuskan untuk pulang, mereka yang memang di jemput oleh Devano memutuskan untuk menyantap makan terlebih dahulu. Perut Brighita sudah bertriak minta untuk diisi. Lagi pula Brighita yakin, Dylan pasti juga belum pulang. Pria itu selalu pulang larut malam. Dan membuat Brighita merasa kesepian berada di apartemen mereka. Mengingat soal Dylan, Brighita jadi merindukan dekapan hangat pria itu. Karena kondisinya yang sudah membaik, nanti malam saat Dylan pulang, Brighita akan menyerahkan dirinya. Oh God. Membayangkannya saja membuat Brighita blushing. Cepat-cepat Brighita meminum minuman miliknya. Semoga Devano dan Felicya tidak sadar akan peruba

