Venus berjalan kearah Sisi jendela dan melihat langit yang sudah berubah menjadi gelap setelah itu memperhatikan ke arah Jupiter yang tengah asyik dengan film kartun di depannya kemudian berjalan menghampirinya
"kau tidak ingin pulang?" Tanya Venus membuat Jupiter sedikit terdiam, Venus bisa melihat rasa enggan di wajahnya Sepertinya dia memang benar-benar tidak ingin pulang ke rumahnya Tapi Venus pun tidak mungkin bukan membiarkan bocah laki-laki itu tetap tinggal bersamanya
"Bagaimana jika aku yang mengantarkan mu pulang dulu, pasti ibu mu akan membukakan pintu untuk kita?" Tanya Venus lagi-lagi membuat Jupiter terdiam namun setelahnya dia menganggukkan kepala, Venus pun kemudian mengulurkan tangannya dan membawa Jupiter ke rumah yang tepat berada di sebelah kontrakannya beberapa kali Venus memencet bel pintu namun tidak ada jawabannya
"Apa kau yakin di dalam ada orang? "Tanya Venus membuat Jupiter menganggukkan kepalanya
" ibu selalu ada di rumah di jam-jam seperti ini dia akan keluar ketika sudah jam sepuluh malam "ucap Jupiter membuat Venus mengerutkan keningnya
" Semalam itu ibu keluar rumah untuk apa? " tanya Venus membuat Jupiter terdiam dan menggelengkan kepalanya
"Aku tidak tahu tapi ibu selalu berkata kalau dia bekerja" jawab Jupiter membuat Venus hanya menganggukkan kepalanya setelah itu kembali berusaha untuk memencet bel pintu dan kali ini sepertinya usahanya berhasil ketika pintu gerbang di depannya terbuka menampilkan seorang wanita yang terbilang masih cukup muda dibandingkan dengan usia Ibu Venus, dia menatap ke arah Jupiter dengan alis terangkat dan tangan terlipat
"Maaf Tante tadi sore aku menemukan Jupiter terluka dan menangis di depan pintu gerbang jadi saya berinisiatif untuk mengobatinya" jelas Venus karena tidak ingin di sangka macam-macam oleh ibu Jupiter, Ibu Jupiter langsung menatap kearah Venus dengan tatapan tidak bersahabat wajahnya yang datar tanpa ada senyum sedikit pun setelah itu langsung menarik Jupiter dengan kasar dari genggaman tangan Venus
"Terima kasih karena sudah sangat perhatian padanya kau boleh pergi "ucap nya setelah itu menutup pintu gerbang dengan kasar membuat Venus langsung merutukinya dalam hatinya bahwa ibu Jupiter benar-benar wanita yang sangat dingin pantas saja Jupiter merasa ketakutan ketika berbicara tentang ibunya, Venus baru saja hendak berbalik namun terhenti ketika tiba-tiba gerbang di belakangnya kembali terbuka
" Hai tunggu "ucap Ibu Jupiter kembali membuat Venus kembali berbalik menatap kearahnya
" Kau baru di kontrakan ini bukan? "Tanya ibu Jupiter membuat Venus menganggukkan kepalanya
" kalau begitu tolong kerja samanya untuk tidak mendengarkan dan juga bergabung dengan tetangga yang lain untuk membicarakan keluargaku karena aku tidak suka jika mendengar kalian membicarakan hal buruk tentang keluargaku "ucap ibu Jupiter setelah itu kembali menutup pintu gerbang dengan kasar meninggalkan Venus yang terdiam dengan raut wajah penuh tanya bahkan Venus tidak mengerti apa yang dia ucapkan yang ditangkap hanyalah ibu Jupiter baru saja mengancamnya untuk hal yang Bahkan tidak dia pahami, Venus mengangkat bahunya dengan acuh setelah itu kembali berjalan ke kamar melihat dua mangkuk mie instan bekasnya dan juga Jupiter Venus langsung membawanya ke wastafel dan langsung mencucinya karena tidak ingin ibunya tahu jika dia baru saja memakan makanan instan tersebut setelah itu Venus barulah merebahkan dirinya di atas kasur yang menurutnya sangatlah tidak nyaman.
Venus harus berusaha dengan keras agar membiasakan diri tidur di tempat keras dan juga sempit ini setelah itu dia meraih ponselnya dan langsung melihat kontak Galaxy setelah itu mencoba untuk menelepon nya dan seperti biasa Galaxy akan langsung mengangkat teleponnya ketika Venus menghubunginya
"kau berbohong" ucap Venus setelah sambungan telepon tersebut tersambung
"Maafkan aku" Sesal Galaxy di seberang sana membuat Venus mencebik dengan kesal
" Kau berjanji akan kembali lagi setelah mengantar ibuku, aku Jadi kesepian bahkan saat ini Ibu masih belum pulang "rengek Venus kembali
“dan sepertinya tante tidak akan pulang Apa dia sudah menghubungi mu? "Tanya Galaxy
" belum bahkan dia belum membalas pesanku tadi siang "jawab Venus
" tadi saat aku mengantarkannya aku langsung membantunya untuk membereskan toko karena aku lihat ibumu sangat antusias untuk membuka tokonya besok pagi dan setelah itu tidak terasa waktu berlalu begitu cepat Ibu meneleponku dan harus segera pergi les makanya aku tidak tempat untuk kembali menemanimu "Sesal Galaxy membuat Venus hanya terdiam toh dia juga tidak bisa protes karena sudah dengan berbaik hati membantu ibunya
“Baiklah tidak apa-apa" jawab Venus akhirnya
"Apa kau sudah selesai membereskan barang-barang di sana?" Tanya Galaxy membuat Venus hanya menjawabnya dengan bergumam namun detik berikutnya Venus dibuat terkejut dan langsung mendudukkan dirinya ketika mendengar jeritan seorang anak laki-laki tidak jauh berada darinya, Venus langsung berlari mendekati ke arah jendela dan melihat ke arah samping rumahnya yang tepat bersebelahan dengan rumah Jupiter namun suara itu tidak terdengar kembali membuat Venus menajamkan telinganya
"Venus kau masih di sana?" Tanya Galaxy membuat Venus sadar
"ya Aku di sini” jawab Venus tapi pandangannya masih tertuju ke arah rumah Jupiter
“ kau sedang apa, apa kau kesepian apa aku harus mengalihkan panggilan ke video call? "Tanya Galaxy kembali
" Hah tidak usah maksudku besok kita bertemu saja di sekolah Malam ini aku akan membereskan buku-buku pelajaranku” jawab Venus
" baiklah segera bereskan barang-barangmu juga "ucap Galaxy yang dijawab hanya gumaman oleh Venus , mereka pun akhirnya mengakhiri sambungan telepon mereka sedangkan Venus malah langsung bergegas keluar kamar kontrakannya dan melihat kearah pintu gerbang rumah Jupiter untuk beberapa saat namun tidak ada lagi gerak-gerik yang mencurigakan tapi Venus yakin bahwa beberapa saat yang lalu dia benar-benar mendengarkan sebuah teriakan seorang anak laki-laki yang menurut Venus itu pasti adalah suara Jupiter.
Venus pun langsung menggelengkan kepalanya dan menghilangkan semua pikiran buruknya setelah itu kembali berjalan ke dalam kamar seperti perkataannya kepada Galaxy Venus membereskan beberapa buku-buku dan juga perlengkapannya untuk sekolah esok hari yang masih belum sama sekali tersentuh karena kesibukannya selama dua hari ini untuk pindah ke kontrakan sederhana yang Kini dia tempati membuat Venus harus berkutat berjam-jam untuk menyelesaikan semuanya, namun kegiatan Venus terhenti ketika mendengarkan sebuah mobil menderu tidak jauh dari rumah kontrakannya membuat rasa penasaran Venus Kembali keluar dan melihat Ibu Jupiter keluar dari rumah mereka setelah itu Venus mengalihkan pandangannya pada jam yang berada di dinding yang menunjukkan pukul 10.15 malam sesuai perkataan Jupiter sebelumnya ibunya di jam-jam seperti ini akan pergi bekerja namun Venus merasa aneh sepertinya ada sesuatu yang tidak beres dengan ibu Jupiter yang kini memakai pakaian mewah masuk ke dalam sebuah mobil yang memang sepertinya Tengah menjemputnya itu setelah itu pergi berlalu.
pandangan Venus kini teralih kepada rumah besar yang berada di sampingnya tersebut Venus berpikir ketika ibu Jupiter pergi bekerja lalu Jupiter tinggal bersama siapa Apakah di rumah besar itu ada orang lain selain mereka pikir Venus membuat nya ingin sekali mengetuk pintu gerbang itu dan mengecek keadaan Jupiter, bocah lelaki yang tanpa Venus sadari sudah menarik perhatiannya dari awal pertemuan mereka.