Je memasang earphone ke telinganya lalu menekan layar ponselnya dan menghubungi seseorang. Tangannya memainkan kotak beludru berisi cincin berlian itu dan bibirnya terus mengumbar senyuman. Di dalam mobilnya ia memasang lagu-lagu romantis dan membuat imajinasinya meliar. Ia bisa membayangkan bagaimana reaksi Bella saat ia akan melamarnya. Dering ponsel itu berhenti dan terhubung dengan layanan kotak suara. Je mendengus lalu mencoba sekali lagi. Tapi lagi-lagi tidak diangkat dan masuk ke kotak suara. Mungkin Bella sedang sibuk dengan jadwalnya hari ini, begitu pikir Je. Padahal nyatanya Bella sengaja tidak mengangkat ponselnya. Ia tahu Je menghubunginya berulang kali tapi sejak semalam ia bingung dengan perasaannya sendiri. Di satu sisi ia mencintai Je, tapi di sisi lain ia takut tidak m

