“APAAA???” Lalu tanpa menunggu Anya menjawab Je menarik tangan Anya. Menautkan jemarinya dan membawa Anya turun. “Bagaimana dengan kantor? Lalu latihan basketmu? Pertandinganmu besok?” tanya Anya dengan panik sekaligus kuatir. Ia mengkuatirkan Je dan dirinya sendiri. Keputusan mendadak ini terasa tiba-tiba dan jujur saja Anya tidak siap. “Oh, ayolah… Setelah semua hal yang menyedihkan waktu itu, aku tidak memiliki hari libur sedikitpun. Jadi hari ini aku hanya ingin bebas sekaligus menikmati hari pertama kita berkencan.” Je mengatakan itu dengan tanpa merasa bersalah sedikitpun. Pria itu memang penuh dengan kejutan dan entah mengapa Anya menyukainya. “Je, kau gila!” kata Anya setengah bercanda. “Memang! Baru tahu?” Anya terkekeh dan Je merangkul pundak Anya

