Perlahan Je melepaskan Anya. Dengan tetap menatapnya lembut, ia menunggu jawaban Anya. Jantungnya berdebar tak karuan. Dan baru kali ini ia mengalami gejolak itu lagi. Bahkan saat di lapanganpun, ia tidak pernah setegang ini. Jika dibandingkan dengan saat ia mengungkapkan perasaannya pada Bella dulupun, debarannya tidak sebanding dengan saat di depan Anya sekarang. Anya pun terhipnotis oleh perlakuan manis Je. Ia memandang ke kedalaman mata coklat Je, mencari tahu apakah pria itu hanya main-main ataukah sedang serius. Tapi Anya tidak menemukan jawaban selain yakin bahwa Je benar-benar mencintainya. Kepala Anya refleks mengangguk dan bibir lelaki itu terangkat. “So, is the answer is Yes?” tanya Je memastikan. Dan dengan bibir tersenyum Anya mengangguk. Je berteriak deng

