Warning: Siap-siap meleleh baca part ini. Hehe... Happy reading! Jangan lupa tinggalin komen ya. Seminggu sejak hari itu telah berlalu. Anya sedikit gugup menjalani hari ini. Mengingat hari ini ia harus memberikan jawaban pada Je. Dalam hatinya masih menyimpan sejuta kebimbangan. Ia hanya takut keputusannya menyakiti seseorang. Tidak hanya Je tapi mungkin juga Ibunya sendiri. Anya menghela nafasnya dan berusaha tegar menjalani hari ini. Begitu sampai di kantornya, Anya terkejut bukan main. Bagaimana tidak? Seisi ruangannya penuh dengan rangkaian bunga mawar. “Untunglah kau datang. Sejak pagi tadi petugas dari toko bunga tidak berhenti mengirimi rangkaian bunga ini untukmu. Tidak ada nama pemesannya dan mereka hanya diminta meletakkannya di sana,” kata Cornelia den

