38. Rasa Bersalah

1940 Kata

    Lengan mulus itu terulur untuk mengetuk pintu di hadapannya. Tapi saat ia hendak mengetuk, ia mengurungkan niatnya. Terlukis jelas di wajah wanita itu bahwa ia menyimpan sebuah ketakutan. Takut untuk mengakui kesalahannya. Ia takut akan kehilangan semuanya. Awalnya ia ingin memendam semua yang telah ia lakukan dalam-dalam, tapi yang terjadi ia tidak pernah bisa tidur karena memikirkannya sepanjang hari.      Seminggu telah berlalu sejak Viona pergi ke pangkuan Tuhan dan Je mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Ini semua berkat Anya, tentu saja. Dan selama itu pula Je tidak pernah melihat Bella lagi. Ketika dihubungi sekalipun Bella selalu tidak mau mengangkat panggilannya. Entah karena apa. Je berpikir mungkin Bella sibuk dengan aktivitasnya dan ia bisa memakluminya. Tapi yang ane

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN