Seminggu sebelumnya, Je masuk ke dalam ruangan Sally, meninggalkan Anya di luar sana. Terasa hawa tidak enak di benak Je saat itu. Jika untuk urusan kantor, Sally pasti akan mengajaknya bersama dengan Anya. Tapi mengapa hari ini berbeda? Pandangan matanya langsung tertuju pada gadis manis yang tengah memandangnya penuh dengan kekaguman. Dengan senyum sumringahnya, ia sendiri yang berinisiatif untuk menjabat tangan Je. Je memandang sinis dan skeptis wanita di hadapannya. Sepertinya ia bisa menebak arah pembicaraan Sally. Apakah Sally kembali ingin mengulang kesalahannya? Kembali mengontrol hidup putranya seperti dulu? Apa yang membuat Ibunya tiba-tiba berubah seperti itu? “Hai, namaku Kimberly,” dengan senyuman manis wanita itu menyapa. Je memandang remeh wanita itu.

