Brakkkk!!!! Suara pintu yang dibuka dengan membantingnya itu membuat penghuni ruangan sontak langsung menoleh ke arah pintu dengan wajah bengis, merasa waktunya terusik oleh orang yang dengan tidak punya sopan santun masuk ke dalam ruangannya. Namun setelah melihat siapa yang datang, wajahnya berubah melembut bahkan tersenyum. Bangkit dari kursi kejayaannya dengan tangan yang direntangkan bersiap untuk menyambut hangat sebelum langkahnya terhenti karena hardikan orang yang baru saja masuk ke dalam ruangannya. "Apa kau sama sekali tidak mengerti bahasaku?!" Suara itu naik beberapa oktaf pertanda ia tidak sedang ingin berbasa basi. Berdiri tegap di hadapan orang yang ia tatap tajam dengan kedua tangan di dalam saku celana, begitu dingin dan berwibawa. Jauh berbeda dengan image-nya yang ora

