Mata seorang gadis cantik mengerjap-ngerjap saat merasa sinar matahari masuk dari sela-sela jendala seolah memaksanya membuka mata meskipun rasanya masih belum ingin. Sesaat ia menyadari bahwa tidak hanya indra penglihatannya yang terusik namun juga indra pendengarannya saat samar-samar mendengar seseorang berbicara. Dengan terpaksa dibukanya paksa kedua matanya, mendapati seseorang tengah berdiri memunggunginya mengadap ke arah jendela. Tampaknya orang itu sedang berbicara melalui telfon. "Baiklah, kau urus saja semuanya." "Aku tahu, aku akan memeriksanya nanti." "Sebentar lagi aku akan kembali ke New York, baiklah baiklah." Hanya sepenggal kalimat itu yang bisa Aliya dengar. Gadis itu meringsut bangkit dari posisi tidurnya berubah menjadi duduk di atas ranjang. Pandangannya mengedar

