Ben sibuk memperhatian Alicia yang tampak sudah berkelana ke alam mimpinya. Nafasnya yang naik turun dengan teratur pertanda bahwa ia sudah benar-benar tidur. Lengan Ben yang seolah menjadi bantal untuk Alicia itu sejujurnya mulai merasa keram, tapi ia tidak berniat untuk menggantikan tangannya dengan bantal. Bagi Ben biarlah begini, ia bisa memperhatikan wajah cantik Alicia dengan lebih dekat. Malam ini seperti yang dikatakan Alicia, ia meminta Ben untuk menemaninya tidur. Tadi mereka sempat makan pizza terlebih dahulu dan mengobrol hingga akhirnya Alicia mengantuk dan mengatakan ingin tidur. Ben kira yang menemani tidur yang dimaksud Alicia adalah Ben tetap berapa di apartemennya agar ia tidak merasa kesepian. Tapi ternyata menemani tidur yang dimaksud Alicia adalah benar-benar menemani

