Bali

1960 Kata

Diana mengercit saat Axel membawa tas yang berisi minuman mahal bersama serta ke dalam mobil, “apa, Sayang?” tanya Diana yang tidak mengerti dengan rencana ini. Axel terkekeh, “bukan apa-apa, Sayang.” Cup. Didaratkannya kecupan hangat di kening Diana, “kita langsung pulang? Atau kamu mau belanja coklat?” tawar Axel agar Diana tidak cemberut saat melihatnya membeli minuman itu. Diana mengerucutkan bibirnya, tapi dia tetap memikirkan tawaran Axel, “baiklah. Hmmm ... sedikit coklat dan aku mau es krim rasa durian.” Diana mengerjap-ngerjapkan matanya agar Axel menuruti keinginannya dulu sebelum pulang. “Tentu, Sayang. Aku akan membelikan semua es krim untukmu, asal aku bisa menemuinya setelah ini.” Axel mengulurkan tangannya ke perut Diana, dan mengelusnya lagi. “Axel!” pekik Diana sambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN