Sate lilit

1864 Kata

Julia saat ini sibuk dengan laporan hariannya. Setelah mengantar Kayla sekolah, dia langsung berkutat dengan laptop dan juga tintanya untuk mengerjakan semua kewajibannya ini. “Bu. Ada Ari.” kata sekretaris Julia yang masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu itu. “Ya, aku menunggunya.” Julia melepas kaca matanya dan berdiri, serta mengulurkan tangannya saat Ari sudah masuk ke dalam ruang kerjanya, “aku cemas saat kamu ke hotelku.” Ari terkekeh, “apa kamu marah tentang Nyonya Kartini?” Ari selalu tahu dengan apa pun yang terjadi di keluarga tuannya itu. “Tidak. Aku hanya ...” Julia menggeleng dan menggantung kalimatnya, “hmmm ... apa yang membawamu ke mari?” pertanyaan itu lebih penting menurutnya dari pada bergosip. Ari terkekeh lagi, “yang pertama aku mau meminta tanda tanganmu terkait

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN