“Aku---“ Julia menggeleng dan menarik nafas berkali-kali untuk menenangkan gejolak yang ada di dalam dirinya. Axel tersenyum dan meraih tangan Julia, menciumnya lama dan tersenyum menawan ke Julia, “Ada aku.” Setelah dirasa cukup tenang, Axel keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Julia juga. Menarik tangan dingin Julia agar ikut turun dari mobilnya, dan mengambil bingkisan yang ada di jok belakang yang tadi dibelinya. Tanpa perlu mengetuk pintu, Axel masuk ke dalam rumah besar itu dan langsung membawa Julia ke ruang tamu, meninggalkannya sendirian di sana, dan berlalu lebih masuk ke dalam rumah. Julia berkali-kali menarik nafas untuk menekan rasa gugupnya. Tangannya sangat dingin kali ini. Banyak pertanyaan yang berputar di kepala Julia, dan salah satunya adalah bagaimana jik

