Julia memutar gagang pintu itu perlahan-lahan. Clekk..clekk..clekk.. “Sial!!” DUKK!!! Dia menendang pintu itu berkali-kali karena ternyata pintu telah terkunci dari luar. Julia pun kembali ke kursi panjang yang di dudukinya tadi dan menghela nafas panjang untuk meredam amarahnya sendiri. Tidak ada yang bisa dilakukan Julia selain menunggu Axel sekarang. Julia ingat pernah tidur di ruang istirahat yang berada di kantor Axel. Membuka pintu yang sangat klasik namun tidak kampungan itu perlahan, dan menemukan kembali ranjang yang terlihat nyaman di sana. Julia duduk di tepi ranjang sambil mencari remote TV, menonton TV lebih baik dari pada mengingat Axel sekarang. Julia melepas sepatu hak tinggi yang di kenakannya dan mulai memosisikan tubuhnya bersandar di sandaran sisi atas ranjang, di

