“Bianca.” Baik Ari mau pun Bianca tetap bergeming dengan tangan Bianca yang masih menahan lengan Ari. “Ari? Kau belum pulang?” merasa Bianca tidak menjawabnya, memilih memanggil Ari kali ini. “Hmm.” Ari berdeham dan melepaskan tangan Bianca dari lengannya, “saya masih mencari kunci mobil saya, Tuan Slamet.” Ari pura-pura merogohi saku celana dan juga jas yang dikenakannya saat ini. “Apa ini?” tanya Slamet dengan menggantungkan kunci mobil Ari ke udara dengan tangan kanannya. Ari menoleh, “oh! Terima kasih, Tuan Slamet. Saya permisi dulu. Non Bi?” pamit Ari juga ke Bianca yang memandangnya heran dan terdiam sejak tadi. “Apa yang kamu tunggu? Masuk!” pekik Slamet yang melihat Bianca hanya bergeming meski mobil Ari hampir ke luar dari gerbang rumahnya. Bianca menjingkat pelan, terbang

