Julia masih terdiam. Meski menghabiskan waktu cukup lama di taman ini sendiri, dia masih saja enggan untuk beranjak dari tempat duduknya. Sendinya masih serasa lumpuh dan peluh. Deringan ponsel yang cukup nyaring, akhirnya mampu membawa jiwa Julia kembali ke raganya. Menyentaknya dan menampar kewarasannya. [Kak? Kakak di mana sekarang?] “Di sini, Bi.” Julia menjawab panggilan telepon dari Bianca itu dengan malas. [Kak? Jangan membuatku kawatir seperti ini. Pulanglah, Kak. Pulang.] Bianca mengiba agar Julia mau mendengarkannya. Julia terkekeh, “Kayla sudah tidur?” Bianca terdengar berdecap dari ujung sana, [sungguh? Kakak menanyakan itu? Jangan mengalihkan perhatianku, Kak.] “Aku tidak pulang malam ini, Bi. Aku ... sedang tidak baik.” [Kamu mau ke mana, Kak?] “Aku tidur di hotel sa

