Cuitan burung membangunkan Julia dari sisa kelelaannya semalam. Masih terpejam juga Axel di sebelahnya, memeluknya dengan erat di pinggangnya, seakan tak membiarkan jarak tercipta walau hanya sejengkal saja. “Axel?” Julia memanggil pelan karena dia ingin beranjak setelah merasa sangat sulit memindahkan kekar itu. Axel hanya bergumam sebentar, membiarkan Julia menguasai tangannya yang masih dia lemaskan, dan membiarkannya beranjak juga dari ran-jang yang masih nyaman itu. Julia. Setelah merasa semuanya sudah cukup segar dan semangatnya kembali penuh, lebih memilih untuk ke luar dan membiarkan Axel yang masih tenang dengan selimut kenyamanannya. “Pagi, Mama.” sapa Kayla. “Pagi, Sayang.” segera diciumnya gadis manisnya itu di pipi kanan dan kiri, serta menyerahkan pipinya juga untuk dila

