Julia sangat ingat, betapa kekasih hatinya itu sangat bertanggung jawab sekali. Dengan berani memintanya ke ibu dan ayah panti, serta mengenalkan Julia juga dengan anggota pekerja di rumahnya yang besar bak istana. Kayla, si gadis kecil yang ramah itu, juga membuat hati Julia tertarik oleh keriangannya. “Bukannya bermaksud bagai mana, Bu, Pak. Saya hanya ingin pernikahan ini cepat dilaksanakan, Kayla sebentar lagi mulai masuk sekolah, jadi saya mau saat masuk sekolah tahun depan, Kayla ditemani oleh mama barunya.” pria bersahaja itu menyenggol pundak Julia pelan hanya sekedar untuk menggodanya. Julia menghunusnya dengan lirikannya, sangat terganggu dengan candaan itu. Dulu ... ibu dan bapak panti tidak pernah keberatan dengan keinginan semua anak asuhnya. Mau kuliah ya monggo, mau beker

