Cuitan burung terdengar merdu. Julia yang masih ingin bermalasan, segera menyemangati dirinya sendiri dan bersiap menjalani hari panjang. Bukan hanya itu, bahkan dia pun juga menghabiskan bubur sumsumnya dengan cepat, “maaf, Sayang. Mama sangat sibuk hari ini, berangkat sama pak sopir, ya?” rayunya ke Kayla. “Iya, Ma. Sama Bu Bi juga, kan?” “Tentu dong, Sayang.” Bianca menimpali dengan senyum manis seperti biasanya. Julia pun hanya bisa memberi ciuman pipi kanan dan kiri seperti biasanya, dan segera berpamitan untuk segera berangkat bekerja. ~ Untung saja mobil sudah siap, jadi Julia bisa langsung menginjak pedal gas itu agar bisa lebih cepat lagi menemukan Axel. Sungguh, dia sangat kawatir sekali. ~ Berangkat cukup pagi membuat Julia terbebas dari macet, sehingga dia bisa lebih ce

