Arka mencium Nilam dengan ganas. Dengan pagutan-pagutan yang dalam. Pria itu juga menjulurkan lidahnya, mengajak Nilam untuk saling bersilat lidah. Jadilah ciuman mereka dipenuhi dengan bunyi decapan-decapan serta belitan lidah yang basah. Tangan Arka tak tinggal diam. Mengusap sepanjang lengan telanjang istrinya, juga punggung istrinya yang terasa licin di balik fabrik satin. Tangan Arka kemudian turun, memberikan remasan gemas di sana. Membuat Nilam makin tersengal oleh desahan. Lalu tiba-tiba Arka menghentikan semua aktivitasnya. Baik ciuman ataupun remasannya. Membuat Nilam melontarkan desahan protes. Pria itu terkekeh. Kemudian mengambil langkah memutar sehingga kini dirinya yang berada di depan singgel sofa, lalu mengenyakkan diri di sana. Duduk. Nilam yang napasnya masih tak b

