“Belum, Ka. Tak tahulah. Tiap Bapak tanya kapan pulang dia sering beralasan macem-macem, yang katanya pekerjaannya lagi sibuk, katanya belum punya uang buat beli tiket pulang. Sampai kesel itu ibunya dijanjiin melulu,” ucap sosok pria yang rambutnya telah banyak memutih. Perawakannya tinggi kurus namun dengan otot-otot yang liat. Urat-urat di lengannya yang memegang setir tampak bertonjolan. “Memang, Pak Ramli, anak-anak kalau sudah di kota suka lupa sama jalan pulang. Disuruh pulang macam disuruh gali sumur sendirian, susah betul. Ini saja punya saya alhamdulillah sekarang mau pulang lagi. Saya sampai sujud syukur kemarinnya waktu nerima telepon si Arka bilang mau pulang. Saya sudah takut dia cari istri di kota, lalu menetap di sana,” timpal Sutia dari jok belakang. Pak Ramli tertawa me

