Pukul sepuluh malam, setelah semua tamu pulang, akhirnya Nilam punya kesempatan untuk kembali ke kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya. Sesampainya di kamar, Nilam langsung melepas selopnya yang setelah berjam-jam dipakai, terasa sumpek mengungkung kakinya. Tapi ini masih lebih mending daripada harus menggunakan high heel. Coba bayangkan bagaimana kondisi tumitnya kalau sampai berdiri tegak di atas benda cantik namun jahat itu selama berjam-jam. Nilam juga bergegas melepas kebaya dan kain jaritnya, berganti dengan jubah mandi. Meski tubuhnya terasa capai bukan kepalang, dan menjerit ingin langsung rebah di ranjang, tetapi Nilam tak ingin mengikuti bisikan itu. Tubuhnya terasa lengket oleh keringat dan jelas butuh dibilas. Nilam bergegas ke kamar mandi. Usai membersihkan tubuh, Nilam

