52. Curiga

1062 Kata

Mendengar jawaban suaminya, Nilam mengerutkan dahi. “Kakak kok doanya sesuatu yang udah pasti, sih. Aku pasti akan tetap mencintai Kakak tak peduli apa. Ngapain perlu didoain? Mending Kakak doa soal moga tahun ini dikasi tubuh yang sehat, rezeki terus lancar, keluarga rukun, dan ya … yang lain-lain yang Kakak inginkan.” Arka mencubit ujung hidung istrinya dengan gemas. “Yang Kakak inginkan cuma kamu. Kakak nggak berharap yang lain lebih dari itu.” Seperti biasa, wajah Nilam kontan bersemu merah ketika dia merasa malu. Ucapan romantis suaminya membuatnya tentu saja malu. “Kakak tambah tua tambah gombal aja, ya,” ucap Nilam seraya mencubit pinggang suaminya. Sebenarnya agak susah mencubit pinggang Arka, sebab di sana hanya ada sedikit daging, dan lebih banyak massa otot. Nilam sempat ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN