Sampai tiba waktunya makan malam, Arka sadar belum melihat istrinya sama sekali sejak tadi. Terakhir kali istrinya muncul saat menanyakan apakah Arka butuh kopi tambahan atau tidak, dan itu sudah siang tadi, sekitar setelah Arka membantu memindahkan kantong belanjaan Nilam ke dapur. “Tumben,” gumam Arka. Dan sekarang pun sebenarnya juga tumben, sudah lewat setengah jam dari jam makan malam mereka yang biasanya, namun sang istri tak ada memanggilnya untuk makan malam. Padahal biasanya istrinya tak pernah alpa mengingatkan. Dan Arka yang keasyikan bekerja juga sampai lupa kalau saja tak melihat jam saat merenggangkan leher. Arka bangkit dari kursi kerjanya, berniat mencari Nilam. Namun baru saja sampai di pintu ruang kerjanya, sosok yang dicari sudah menghadang di depan mata. “Kakak ma

