“Kak Arka nggak ngantuk, kan?” “Nggak, kok. Kenapa nanya gitu?” “Kak Arka diem terus dari tadi.” Memang benar, sejak mobil mereka bergerak dari halaman rumah orang tua Arka, pria itu lebih banyak diam. Tidak seperti biasanya yang selalu mengajak Nilam mengobrol. Bahkan Arka lupa—atau tidak mau—untuk menyalakan radio. Padahal suasana mobil mereka biasanya selalu diwarnai lagu dari band ternama di tanah air yang pernah populer pada awal tahun 2000-an. “Nggak, kok, nggak ada apa-apa,” sahut Arka. Namun rautnya yang serius menunjukkan hal sebaliknya. Mungkin pernikahan mereka memang baru seumuran tunas jagung, baru berjalan satu minggu, namun sedikit banyak Nilam sudah mulai hafal kebiasaan suaminya. Dan diamnya kali ini jelas menunjukkan ada suatu hal yang sedang dipikirkannya. “Kak Ark

