27. Gangguan Zidan

1592 Kata

“Kakak mau ngapain?” Nilam sadar kini tatapan suaminya berpindah fokus ke arah lain, bukan lagi ke arah wajahnya, melainkan ke arah bibirnya. Membuat Nilam tanpa sadar membasahi bibir dengan ujung lidahnya. “Ka-Kakak mau ngapain?” Suara Nilam berubah makin mencicit saat ganti suaminya yang merangsek maju. “Arggh!” Nilam memekik saat tahu-tahu sandaran kursinya berubah jadi tiarap. Untung dirinya sudah tidak mengenakan sabuk pengaman, kalau tidak tubuhnya akan ikut rebah barusan. Atau mungkin itu pulalah niat sang suami, karena kemudian Arka mendorong bahu Nilam mundur. Tubuh Nilam kaku, enggan mengikuti kemauan suaminya. “Kakak mau ngapain?” lagi-lagi pertanyaan Nilam masih sama. Arka memilih tak menyahut, sebuah seringai terpoles di bibirnya sebelum kemudian bibir itu maju dan mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN