Bab 15. Rencana

1251 Kata

“Lo udah gila, ya?” Anehnya, hal pertama yang terpikir oleh Arka setelah mendengar ucapan Danu barusan adalah, betap kikuk rasanya kembali mendengar “lo-gue” dipakai. Beberapa minggu ini dia memakai aku-kamu dengan orang-orang di sekelilingnya, atau saya-kamu pada yang lebih tua. “Tuh, lo pasti udah gila. Gue bilang gila, lo malah bengong aja. Beneran gila orang ini!” gerutu Danu lagi. Langkahnya masih mondar-mandir di depan meja ruang tamu rumahnya. Sejak pulang kampung, teman yang paling sering didatangi oleh Arka memang adalah Danu. Bahkan seakan rumah Danu adalah rumah keduanya, saking sering dia menghabiskan waktu di sana. Apalagi kedua orang tua Danu juga menerima Arka dengan senang hati, bahkan kadang memanjakan Arka bak anak sendiri. Makan-minum-tidur atau mau melakukan apa d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN