Undangan acara maulid silih berganti berdatangan ke rumah Arka. Beberapa undangan hanya mengundang bapaknya, dan beberapa lagi juga turut mengundang Arka. Mungkin karena belum terlalu lama sejak kembali ke kampung, jadi tak semua orang menyadari keberadaan Arka. Atau bisa saja kasusnya karena tamu yang diundang hanya sedikit, dan biasanya yang diutamakan adalah yang lebih tua. Jadi yang muda-muda, atau yang belum punya istri, dikecualikan. Siang itu ada seseorang yang datang ke halaman rumah Arka, lagi-lagi mengantar surat undangan. Arka dan bapaknya dua-duanya diundang. Saat membaca nama sang tuan rumah, Arka sempat terperanjat karena yang mengundang ternyata adalah keluarga Nilam. Namun bukan diadakan di rumah ayah dan ibu Nilam, melainkan di rumah yang ditempati Nilam kini, rumah yan

