“Bi, ini sudah semua ya yang dikirimin Nida kemarin?” tanya Nilam, menunjuk pada dua kardus yang berisi barang-barang suaminya. “Iya, Non. Ini aja, dua kardus. Nggak mungkin ada yang ketinggalan. Udah Bibi amankan ke kamar Non Nilam langsung waktu kemarin Non Nida dateng nganterin.” Nilam mengangguk-angguk, meski dalam hati membatin bahwa barang-barang suaminya tergolong sedikit. Mungkin karena lama tinggal di Jakarta, jadi barang-barangnya di desa ya cuma segini, cuma dua kardus ini. Nilam kemarin meminta bantuan Nida untuk mengepak barang-barang kakaknya, supaya Arka tak perlu bolak-balik ke sana sini, juga supaya Arka makin merasa berada di rumah, di rumahnya kini bersama Nilam. Supaya ada banyak hal familier yang akan makin membuat Arka betah dan nyaman di rumah ini. Nilam mengambi

