Sesampainya di halaman PAUD, Nilam segera memarkirkan mobilnya, kemudian turun bersama Zidan. Setelah mengantarkan bocah itu ke tempat duduknya yang biasa, Nilam pun kembali ke kursi panjang tempat para ibu-ibu menunggu anaknya. Andai tugasnya hanya menunggu, Nilam bisa menunggu di dalam mobil saja. Tapi selain menunggu, Nilam juga harus mengawasi Zidan. Mau tak mau Nilam harus berada tak jauh-jauh dari bocah itu. Saat Nilam duduk di ujung kursi panjang, sudah ada beberapa ibu-ibu yang lebih dulu datang. Mereka saling melempar senyum pada Nilam. “Tumben kok nganter, Nil? Biasanya pembantunya,” celetuk salah satu ibu-ibu itu. “Bi Imah kebetulan sedang sibuk, Bu,” jawab Nilam dengan senyuman. “Enak ya punya pembantu, apa-apa bisa dipasrahi. Anak bisa dipasrahi ke pembantu, urusan dap

