46. Ledakan Nilam

1170 Kata

Sesampainya di halaman PAUD, Nilam segera memarkirkan mobilnya, kemudian turun bersama Zidan. Setelah mengantarkan bocah itu ke tempat duduknya yang biasa, Nilam pun kembali ke kursi panjang tempat para ibu-ibu menunggu anaknya. Andai tugasnya hanya menunggu, Nilam bisa menunggu di dalam mobil saja. Tapi selain menunggu, Nilam juga harus mengawasi Zidan. Mau tak mau Nilam harus berada tak jauh-jauh dari bocah itu. Saat Nilam duduk di ujung kursi panjang, sudah ada beberapa ibu-ibu yang lebih dulu datang. Mereka saling melempar senyum pada Nilam. “Tumben kok nganter, Nil? Biasanya pembantunya,” celetuk salah satu ibu-ibu itu. “Bi Imah kebetulan sedang sibuk, Bu,” jawab Nilam dengan senyuman. “Enak ya punya pembantu, apa-apa bisa dipasrahi. Anak bisa dipasrahi ke pembantu, urusan dap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN