PART 2 •SEKOLAH BARU•

1014 Kata
Happy Reading Entah perasaan Raina atau bukan, rasanya pagi cepat sekali datang. Padahal ia baru tidur pukul dua dini hari karena ia maraton drakor dulu. "Udah pagi aja. Padahal masih ngantuk,"gumam Raina. "Kalau bisa nih ya,Raina suruh mataharinya ntaran aja nongolnya kalau Raina udah gak ngantuk,"ucap Raina. "RAINA BANGUN.KAMU HARUS KE SEKOLAH BARU KAMU NAK,"teriak bundanya dari luar pintu Raina. "IYA BUNDA.RAINA UDAH BANGUN,"jawabnya lalu bergegas mandi dan bersiap-siap ke sekolah,ralat sekolah barunya. "Semoga hari ini baik-baik aja,"gumam Raina yang sedang berkaca. "Morning bunda,"sapa Raina. "Morning sayang.Ayok makan biar semangat sekolahnya"ucap Melisa. Mereka pun makan dengan hening dan hanya fokus pada makanannya. "Bunda Raina udah selesai.Raina berangkat ya bun,"ucap Raina. "Ehh kamu berangkat naik apa?"tanya Melisa. "Taksi bun,kayaknya udah datang deh,"ucap Raina. "Yaudah hati hati.Ingat jangan bikin masalah sayang,jadikan ini terakhir kali kamu ke sekolah baru,"pesan Melisa. "Siap bu guru,tapi gak janji,"ucap Raina pelan di akhir kalimatnya. "Assalamualaikum bunda,"pamit Raina. "Waaikumsalam,"jawab Melisa sembari melihat punggung anaknya itu yang semakin menghilang. "Ke Shaimond High School ya pak,"ucap Raina ke pak supirnya. "Siap neng,"jawab supir taksi. Selagi menunggu sampai ke sekolah barunya,Raina mendengarkan musik lewat ponselnya dengan menggunakan headset kesayangannya. Raina memandang ke jalan sampai tiba-tiba taksi berhenti mendadak. CITTTT "Aduh neng maaf itu ada yang menghalangi di depan,"ucap supir itu. "Iya pak gak papa,"ucap Raina santai tapi matanya tak lepas memandang seseorang yang menghalangi jalannya. Tok tok... Seseorang itu mengetok jendela kaca Raina,otomatis Raina membukanya. "Ada apa?"tanya Raina dengan santainya dan tatapan polosnya. "Gue boleh nebeng gak?gue takut telat.Mobik gue mogok tuh,"ucap orang itu sambil menunjuk mobilnya. "Emang lo arah ke mana?"tanya Raina. "Staimond High School"ucapnya. "Oh bareng aja,gue juga mau kesana,"ucap Raina . "Beneran boleh nih?"tanyanya lagi. "Kalau enggak,gak mungkin gue bilang gitu,"ucap Raina. "Oke oke makasih ya,"ucap orang itu lalu masuk ke dalam taksinya. "Lo anak baru ya? Soalnya gue belum pernah lihat lo sebelumnya di Shaimond High School"tanya orang itu. "Iya"jawab Raina dengan senyuman polosnya. "Kenalin nama gue Ilona Jennie Khaitlyn.Panggil aja Ona jangan Ilo ntar di kira Milo lagi"ucap ona terkekeh. "Gue Raina Lovata Qiranni Shaenatta,Raina"ucap Raina dengan senyumannya. "Lo cantik banget sih gue serius,gak bohong,"ucap Ona. "Haha makasih lo juga cantik kali,"ucap Raina. "Oh iya lo kelas berapa?"tanya Ona. "Kelas 11 gue ambil IPS,"jawab Raina. "Sama dong semoga lo sekelas sama gue yah,eh tapi kalau iya jangan kaget sama kondisi kelas,"ucap Ona terkekeh "Emang lo 11 apa?"tanya Raina. "11-IPS 2"jawab Ona. "Ada apa sama tuh kelas?"tanya Raina dengan muka keponya. "Ntar juga lo tau.Walau lo gak sekelas sama gue nantinya juga lo akan tau,"ucap Ona. "Nghokeyy,"jawab Raina. Mungkin karena terlalu asik ngobrol sampai mereka berdua tak sadar jika mereka sudah sampai di sekolah. "Neng sudah sampai,"ucap supir itu. "Eh iya pak.Makasih.Ini uangnya,"ucap Ona. "Dua ya pak,"lanjut Ona saat tau Raina akan membayarnya juga. "Kok lo bayarin sih na?"tanya Raina tak enak. "Gak papa,anggap aja ucapan terimakasih gue ke elo,"ucap Ona tersenyum. "Oh nghokei.Makasih ya,"jawab Raina tak ingin ambil pusing. "Terimakasih kembali,"jawab Ona senang hati. Lalu mereka turun bersama dari taksi itu membuat orang yang sudah datang menatap mereka lebih tepatnya ke arah Raina. "Biarin emang gitu kalau ada hal baru,"ucap Ona yang mengerti isi pikiran Raina. "Iya,kayak gak pernah lihat orang cantik aja,"ucap Raina mulai percaya diri. "Pede gila lo,untung cantik,"ucap Ona gemas. "Yaudah gue antar ke kepsek yok,"ucap Ona. "Kuyy lah,"jawab Raina. Selama perjalanan mereka banyak bisik bisik yang mengarah ke Raina. Itu siswa barunya? Gila bening banget njirr Gila cantik banget gue iri gue bilang Wah pasti bibit unggul nih dari orang tuanya "Makannya punya muka jangan cakep cakep amat. Berasa jalan sama artis kan gue,"ucap Ona. "Gue tau itu,"ucap Raina. Pletakk "Pede lo tingkat tinggi ternyata ya,"ucap Ona gemas dengan teman barunya itu. "Artinya gue bersyukur,"ucap Raina mengelus kepalanya yang baru saja di jitak oleh Ona. "Gini nih kalau ngomong sama bocil gak pernah menang gue,"ucap Ona. "Gue gak bocil ya,"ucap Raina tak terima. "Oke oke. Sekarang lo masuk ketemu si jambul eh maksut gue ketemu kepala sekolah.Semoga ketemu lagi,byee"ucap Ona. "Ona thanks ya,"teriak Raina. "Urwell cil,"balas Ona membuat Raina mendengus tak suka karena ia di panggil bocil. "Gue gak sekecil itu kok,"ucap Raina percaya diri lalu masuk ke ruang kepala sekolah. Tok tok Setelah Raina mengetok pintunya lalu ada suara yang menyuruhnya masuk. "Permisi pak,saya anak baru,"ucap Raina. "Oh.Raina ya,kamu masuk 11-IPS 2,"ucap guru berjambul itu. Pantas saja Ona menyebutnya berjambul ternyat benar rambut kepala sekolahnya ini berjambul dengan bagian pinggirnya yang botak. "Baik pak terimakasih,"ucap Raina lalu keluar dari ruangan itu. "11-IPS 2 kan kelasnya Ona,"ucap Raina antusias sampai tak sengaja menabrak punggung tegap seseorang. "Awwss"ringisnya. "Kenapa ada tembok sih?"gumamnya. "Lo gak papa dek?"tanya orang itu. Raina pun mendongak dan melihat laki laki tampan yang menatapnya sedikit khawatir. "Gak kak,gak papa maaf tadi gue gak lihat jalan,"ucapnya. "Lo anak baru ya,kelas apa?mau gue anter?"tanya laki laki itu. "Iya gue anak baru,11 IPS 2"ucap Raina antusias membuat laki-laki yang bertabrakan dengannya menahan gemas. "Sekelas dong kita,bareng aja kuyy,"ucap laki laki itu. "Kuyy lah,"ucap Raina semangat membuat laki-laki itu mengukir senyumannya tipis. Kenapa gue ngerasa dekat dan kenal sama ni bocil ya batin laki-laki itu. "Nama lo siapa?"tanya laki laki itu. "Raina,lo?"tanya balik Raina. "Revan"jawabnya yang di balas anggukan dari Raina. "Kok lo kecil banget sih,lo se bahu gue"ucap Revan terkekeh. "Gak usah ngejek lo,gue ini gak kecil tapi masih masa pertumbuhan,"ucap Raina tak mau kalah. "Iya in dah biar seneng"ucap Revan Akhirnya mereka sampai di kelas dan ternyata kelas belum ada guru padahal ini udah jam pelajaran. "Jangan kaget,guru kalau ngajar kelas ini pasti pada telat masuk,"ucap Revan. "Oh oke,"jawab Raina. Lalu Raina masuk bersama Revan,dan dia lebih terkejut lagi karena hanya empat perempuan termasuk dirinya yang ada di kelas sisanya cowok. "Gue salah masuk nih pasti,"gumamnya. "Bener kali ini,11 IPS 2"ucap Revan lalu berjalan menuju tempat duduknya. Raina melihat reaksi teman teman barunya saat ini,dirinyaa belum mendapatkan tatapan tak suka seperti di sekolah sekolah sebelumnya. "BOCILLL AKHIRNYA LO MASUK KELAS GUE,"teriak seseorang siapa lagi jika bukan Ona. Raina hanya bisa tersenyum kikuk karena ulah teman barunya ini yang juga membuatnya malu. "Malu maluin sumpah,"gumam Raina meringis. Ona menghampirinya lalu memperkenalkannya ke teman kelas. "GUYS PERHATIAN.KELAS KITA KEDATANGAN MURID BARU. KENALIN DIA RAINA LOVATA QIRANNI SHAENATTE,"ucap Ona teriak membuat Raina yang di sebelahnya menutup kupingnya. "Udah woy lo mau bikin anak orang b***k ya?"ucap perempuan berambut panjang dan cantik. "Iya bener mana suara kek toak,"ucap perempuan satunya yang berambut lebih pendek dan tak kalah cantik juga. "Bodo amat gue,"ucap Ona. Wah kelas tambah anget nih Canss nambah guys Nomer wa dong cill Ihh kecill mungill imut deh Seperti itu lah ucapan anak kelas. "Oh iya kenalin ini sahabat sahabat gue,yang ini Anggita panggil aja Gita yang cewek itu Cika"ucap Ona mengenalkan sahabatnya ke Raina. "Hai gue Raina,"jawab Raina dengan senyum polosnya dan tepuk tangannya seperti anak kecil. Seperti itulah sifat polos Raina akan keluar jika bsrsama orang yang bikin ia nyaman. "Lo gemoy banget sih cill,"ucap Gita. "Iya kek anak sd nyasar ke sini deh,"ucap Cika. "Gue gak bocil ya umur gue aja udah 14 tahun,"ucap Raina . "WHATTT THE FUCKK?!"teriak mereka membuat Raina terkejut. "Apa??"tanya Raina polos. "Kok lo bisa masuk SMA,kelas 11 lagi?"tanya Cika dengan muka tak percayanya. "Gue loncat kelas mulu dari sd,"ucap Raina membuat mereka melongo. "Wanjerr kecil-kecil pinter juga lo cill,"ucap Ona. "Gue mau duduk,capek ini,"ucap Raina. "Oh iya sampai lupa,lo duduk deket gue ya,gue sendiri soalnya,"ucap Ona. "Ehh beneran lo,tumben bolehin?"tanya Gita kaget. "Dia kan sahabat kita sekarang,"ucap Ona yang di angguki mereka. Lalu mereka duduk dan berbincang agar lebih dekat,Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan Raina. Dia seperti mommy waktu muda batin orang itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN