LIMA PULUH LIMA (Author's Point Of View)

1198 Kata

"Kenapa lagi?" Tanya Stefan yang membuat Zanna kembali ingat dengan bumi. Zanna lalu melepas tangannya dan kini menatap Stefan dengan kedua bola mata yang nanar. Andai ia bisa menceritakan ini kepada Stefan. Tapi mustahil. Ia sudah menutupi ini dan merahasiakannya pada siapapun mengingat ia memang tidak punya teman dekat. Dan lagi, Stefan tadi bilang bahwa Zanna sangat ramah dan sopan. Well, itu benar. Tapi itu dulu. Saat Zanna masih mempunyai banyak teman. Bahkan ia berteman baik dengan salah satu teman duduknya di masa tingkat pertama; Riana. Namun Zanna terlalu percaya diri bahwa Riana adalah sahabatnya. Zanna terlalu polos. Pada akhirnya Riana berteman dengan Zanna dan menusuknya dari dalam. Orang yang mengompori teman - teman kelasnya untuk terus menyalahkan Zanna atas apa yang dia la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN