The Last Weird || Bagian 15

2163 Kata
BAGIAN 15 : MENCOBA UNTUK KELUAR  Mobil Xander sampai di depan gerbang rumah Alice. Sehabis dari rumah Logan, ia memutuskan untuk mengantar gadis itu sendiri ke rumah nya. Mereka menatap gerbang yang masih sedikit terbuka, lampu rumah Alice juga masih hidup. Dan itu artinya, wanita paruh baya itu pasti masih menunggu Alice. Xander menatap Alice, gadis itu masih menatap pintu gerbang itu dan sama-sekali tidak ada pergerakan darinya.  Hingga Xander melepaskan sabuk pengaman Alice, gadis itu langsung mengedipkan mata nya. Dan baru tersadar dari lamunan-nya. "Ahhh...maaf, tadi aku melamun!" guman Alice  "Turun lah, aku akan menemani mu!" seru Xander  "T--tidak perlu Xander, aku akan pergi sendiri saja!"  "Turunlah!"  Alice pasrah, ia turun dari dalam mobil Xander dan menatap lelaki itu yang juga keluar dari pintu sebelah mereka. "Ayo! Aku rasa aku juga perlu masuk, ini sudah larut dan ibumu pasti sedikit curiga kemana kau pergi. Tapi jangan mengatakan apa-apa masalah tadi, aku tidak yakin dengannya!"  Alice menganggukkan kepalanya, mereka melangkah memasuki gerbang itu. Suara berdecit langsung terdengar di telingan mereka. Xander menggenggam tangan Alice, sampai mereka ada di depan pintu rumah gadis itu. Xander menatap bagasi, "Kau kemanakan mobil baru mu itu Alice?" ujar Xander tidak mendapati mobil Ferarti sport  milik Alice. Ia yakin mobil itu masih di sini beberapa hari lalu, dan sekarang sudah tidak ada lagi.  "Aku sudah membawanya ke bengkel untuk mengahapus simbol-simbol yang kemarin aku gambar sendiri di sana. Namun kata nya simbol itu tidak bisa hilang, dan aku memutuskan untuk menjual nya!"  "Jadi, sudah ada yang membeli mobil mu itu?"  "Sudah, seseorang dari arah Arab sana. Mereka bahkan membelinya dengan harga begitu tinggi, lebih tinggi dari harga yang aku beli. Kata mereka, simbol itu begitu indah dan membuat mereka tertarik!"  "Bagian wilayah Arab memang banyak mengatahui simbo-simbol seperti itu, aku malah berpikri itu adalah salah-satu simbol kuno mereka!"  "Aku juga berpikiran demikian!"  "Sudah lah, ayo masuk!" seru Xander  Alice mengangguk, ia langsung memasukkan password pintu rumah nya. Sedikit menatap ke arah jendela, dan lagi-lagi menemui bahwa Ibunya menatap nya dari sana. Alice dan Xander masuk, dan mendapati Benard yang berdiri di depan mereka.  "Salam tante!" seru Xander mengulurkan tangan nya. Namun Benard hanya menatap pemuda itu, dan sama-sekali tidak menyambut uluran tangan lelaki itu. Alice hanya tersenyum tidak enak pada Xander, sementara lelaki itu kelihatan tidak peduli dengan wanita paruh baya itu.  "Kenapa kalain pulang selarut ini?"  "Kami tadi bermain di rumah Logan ma, dan juga membahas beberapa tugas akhir kami. Sampai aku tidak sadar bahwa sudah terlalu larut, maaf jika membuat mu menunggu!"  Benard menatap Xander lekat, pemuda itu sudah beberapa kali mendatangi rumah mereka. Dan selama lelaki itu datang, ia selalu tidak menyukai aura kuat yang terpancar dari lelaki itu. Terlebih juga tatapan mata nya yang tajam.  "Baiklah, tidak masalah. Dan terimakasih sudah mengantar putri ku selamat ke sini nak Xander. Kau sudah bisa pulang!"  Xander menatap Alice dan wanita paruh baya itu bergantian "Baiklah, saya permisi dulu Tante, Alice!" seru Xander lalu keluar dari dalam rumah itu. Pintu itu langsung otomatis tertutup. Sebelum pergi, Xander menatap rumah itu sekali lagi. Aura itu masih tetap tersamarkan, membuat Xander ragu hal apa yang harus ia lakukan. Aura ibu Alice, seperti bukan aura manusia. Namun itu sesaat, karena terkadang ia juga merasakan bahwa wanita paruh baya itu memiliki aura manusia.  Xander menggelengkan kepalanya dan segera keluar dari gerbang itu. Memasuki mobil nya dan menjauh dari pekarangan rumah Alice.  Sementara di dalam rumah, setelah kepergian Xander. Benard masih menatap Alice "Kau tidak bertemu dengan orang-orang aneh kan Alice?"  Alice menatap Benard dan memeluk ibunya itu,namun seperti biasa. Benard langsung menjauhkan Alice darinya. Alice sedikit sedih dan menghela nafas nya "Tidak ma, aku hanya bersama dengan Logan dan Xander seharian ini. Dann juga, soal-soal kami tentunya!"  "Baiklah, segera masuk kamar mu dan jangan keluar lagi. Kau mengerti?"  "ya ma!" jawab Alice patuh  "Bagus! Aku pergi dulu!"  Alice menatap punggung Benard yang sudah menghilang di balik pintu kamar wanita itu. Alice menatap kepergian wanita itu dengan tatapan pilu,dan membuat Alice sedikit yakin dengan ucapan Logan saat itu. Ia juga menjadi ragu untuk mengakui wanita itu adalah ibunya sendiri. Namun meski demikian, Alice tetap memasuki kamarnya setelah mengambil beberapa potong rot yang ada di kulkas dan memasuki kamar nya. Satu-satunya ruangan yang paling nyaman dan aman untuk nya.  ****  Alice menatap jam tangan nya, ini sudah pukul 12 malam. Lebih tepat nya pukul 12.01, dan Xander benar. Ia mendengar suara-suara itu lagi. Alice berusaha untuk tidak bergerak dari ranjang nya. Ia menarik nafas dan mengeluarkan nya pelan. Suara itu seolah ingin membawa diri nya ke atas, tepatnya pada sesuatu yang berbunyi itu. Alice juga masih memikirkan apa yang dikatakan oleh mr.Robert padanya beberapa jam yang lalu. drtttt......drt.......drt....Ponsel nya tiba-tiba berbunyi, Alice menatap nomor Xander yang tertera di layar utama.  Alice: "Halo Xander? Ada apa kau menelepon ku selarut ini?"  Xander: "T-tidak ada, aku hanya bermimpi buruk lagi. Apa kau mendengar bunyi-bunyi aneh dari atas rumah mu lagi?"  Alice: "bagaimana kau tau?" seru Alice dengan suara yang semakin gemetar  Xander: "Jangan terpengaruh dengan suara apa pun, aku percaya kepadamu!" seru Xander lalu segera memutus sambungan telepon mereka  Alice berusaha untuk memejamkan matanya, rasanya ini benar-benar di luar kendalinya. Brukkkk.... Alice membuka matanya saat mendengar bunyi benda jatuh yang tiba-tiba terdengar, ia menelan saliva nya "Tidak, aku tidak bisa ke sana!" seru Alice  Drtttt.....drt.......drtttt...   Alice kembali mengalihkan perhatiannya, ia berpikir bahwa Xander yang kembali menghubungi-nya. Namun ini berbeda, nama Logan tertera di depan layar nya.  Alice: "Logan? Ada apa?"  Logan : "Aku bermimpi, aku bermimpi kau kembali mendengar suara dari atas rumah mu. Kau harus pergi Alice, ada sesuatu yang tersembunyi di atas sana!" Ujar Logan membuat Alice menahan nafas nya. Suara Logan seperti nya sedang memerintah nya sesuatu yang harus mutlak ia lakukan.  Alice : "T-tapi, Xander bilang. Aku tidak boleh naik ke atas sana Logan, a-aku juga terlalu takut untuk naik ke atas!" seru Alice dengan nada gemetar  Logan: "Tidak, kau harus pergi Alice. Jika tidak, maka kita akan terus terjebak dengan teror ini!". Logan bersikeras  Alice: "T-tapi!"  Brukkkk... Logan :  Alice? Apa kau baik-baik saja? Itu suara apa? Aku mendengar ada bunyi benda terjatuh  Alice:  Itu suara dari lantai dua Logan, a-aku sedikit takut untuk kesana  Logan:  Dengarkan aku Alice, apa yang dikatakan oleh Xander memang benar adanya. Tapi, jika kau tidak mencari tahu apa yang ada di dalam sana. Maka, kau juga tidak akan pernah tau apa itu. Jika kau ingin tau, maka keluar dan caritahu apa itu.  Alice :  B-baiklah  Alice terperanjat saat mendengar bunyi benda jatuh lagi, ia memutus sambungan teleponnya pada Logan. Semakin mendengar bunyi itu, bulu kuduk Alice semakin naik. Tidak, ia tidak boleh. Tapi, jika Logan memang benar, apa yang harus ia lakukan sekarang? Ia takut, sangat takut dengan kegelapan. Alice menghela nafas nya, ia tidak punya pilihan. Ia mulai beranjak dari tempat tidur nya, berjalan menuju pintu kamar nya. Dengan perlahan, ia mulai menaikkan tangan nya ke atas knop pintu nya.  Klik   Pintu kamar nya terbuka dan "Arkhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!" teriak Alice saat melihat apa yang ada di hadapannya saat ini.  Brukkk... Alice segera menutup pintu kamar nya dan menguncinya. Sementara sosok  yang mendengar teriakan Alice menggedor pintu kamar Alice. "Tidak, aku mohon. Tolong akuuuu!" seru Alice disertai keringat dingin yang menyerang nya. Alice berusaha sekuat mungkin untuk menahan pintu nya.  Brukk..... brukkk Alice terjatuh saat dobrakan dari balik pintu nya itu semakin kuat, ia berusaha untuk bangkit sambil menyingkirkan bongkahan yang menimpanya. Alice menatap mahluk berlendir itu yang juga sedang menatapnya. Mata nya hanya satu dan berada di tengah, gigi nya panjang dan mengeluarkan air liur. Sekujur tubuh nya mengeluarkan lendir, berwarna hijau dan bau nya begitu menyengat. Alice merangkak mundur, saat sosok itu mulai berjalan ke arah nya.  "Aku sudah mengatakan kepada mu untuk tidak keluar bukan, Alice??" Alice mengerutkan kening nya, suara ini. Suara yang begitu mirip dengan "Tidak, si-siapa kau sebenarnya?" teriak Alice  "Aku ibu mu Alice, ibumu yang asliiii. Hahhahahahahhahahah!"  Alice menggelengkan kepala nya "Tidak, si-siapa kau hah? Dimana Benard? Dimana ibu ku?" teriak Alice  Sosok itu menatap Alice dengan satu matanya yang berputar dan semakin mengeluarkan lendir. "Apa kau belum sadar juga Alice? Tapi, karena sekarang kau sudah tau siapa aku sebenarnya, aku akan mengatakan. AKU ADALAH IBLIS, AKU BUKAN IBU MU!" teriak sosok itu dan segera menyerang Alice dengan tangan nya yang memanjang dan berlendir  "Arkhhhhhh....tolonggggg!" teriak Alice saat kaki nya tertangkap. Brukkkk...  Alice terpental dan menabrak ding-ding kamar nya. Sakit, rasanya benar-benar sakit ketika seluruh badan nya membentur ding-ding kamar nya. Alice berusaha untuk bangkit berdiri namun, kaki nya kembali di tangkap dan brukkk....  Ia kembali terpentar ke lantai. "Arkhhhhhh, sialannn!" seru Alice saat benar-benar tidak bisa menggunakan kekuatannya. Alice berusaha untuk berkonsentrasi, namun gagal. Telekinesis nya bahkan tidak bisa memindahkan buku yang ada di belakang sosok bermata satu itu.  "Hmmm? Ada apa Alice? Kau ingin menyerang ku? Hahahahhahahha, jangan bodoh. Dasar anak manusia!" kekeh nya dan semakin berjalan mendekati Alice. Darah segar yang mengalir di kening Alice membuat sosok itu memejamkan matanya. "Rasa manusia memang rasa yang paling nikmat dari semua nya Alice dan karena kau adalah manusia khusus yang memiliki kemampuan, aku rasa. Rasa daging mu benar-benar akan senikmat kaum mu! Hahahhahahahaha!" tawa nya  Alice menggelengkan kepalanya dengan air mata yang mengalir deras, tidak! Seharusnya aku mendengar kan Xander.  Batin Alice. Ia berusaha untuk terus meronta. Plakkkk....plakkkk....  Alice menatap nanar wajah nya yang habis di tampar. Ia yakin wajah nya sudah berlendir, Ia hendak berdiri namun,  "Arkhhhh.....tidakkk....lepaskan akuuu!" teriak Alice saat kaki nya di seret semakin mendekat pada sosok berlendir itu. Kaki Alice semakin naik dan mulai masuk ke dalam mulut sosok itu, Alice meronta, sakit, kakinya benar-benar sakit saat dengan perlahan kaki nya mulai di telan. Air matanya semakin deras, ia tidak menyangka bahwa ia akan berakhir dengan menyedihkan.  Arkhhh...Teriak Alice saat kakinya terasa remuk, ia berusaha untuk meronta namun perhatian Alice tertuju pada jendela kamar. Brukkkk Alice yang hampir kehilangan kesadaran menatap sosok Xander yang tiba-tiba memecahkan jendela kamar nya. Setelah itu Alice benar-benar kehilangan kesadaran dan gelap. Xander yang baru saja tiba mengumpat, ia dengan segera mengambil pedang nya. Pedang yang khusus diberikan ayah nya untuk membunuh para satan. Dari sekian satan yang sudah Xander bunuh, baru kali ini ia melihat bentuk yang aneh.  Sbaslhhh.... prankkkk  Alice terjatuh dengan kaki yang sudah berdarah. Xander menangkap Alice  "Dasar sialan, dia makanan ku Xander!" seru satan itu  "K-kau mengenal ku?" syok Xander  "Jelas, aku tau kau menyukai putri ku. Tapi, dia adalah makanan ku, kau tidak bisa menyukai nya!"  "K-kau Benard?" seru Xander tidak habis pikir  "benar hahahhahahahha, kalian memang terlalu bodoh untuk menyadari bahwa aku bukan lah manusia. Dan karena itu, aku akan memakan kalian berduaaa!" seru nya sambil berusaha untuk menyerang Xander. Namun, Xander segera berteleportase, menatap satan itu dari belakang dan "Ahhh, aku rasa kau harus membayar hutang mu sialan!"  Brukkk... slahhhhh Pedang Xander kali ini benar-benar menusuk tepat di dalam jantung satan itu. "Arkhhhhhh............bagaimana mungkin kau tau kelemahan ku?" seru sosok itu sambil jatuh tersungkur. Semua matanya keluar. Sekujur tubuh nya di penuhi dengan mata. Sosok satan itu menatap Xander "Ayah ku adalah pemburu satan, jadi, wajar jika aku tau bahwa jika selama ini kau bukan lah manusia Benard. Aku juga tau bahwa kau menghisap energi kehidupan Alice, oleh sebab itu. Kau harus membayar ini!" seru Xander dan kembali berteleportase sambil menyebarkan abu yang sudah diberikan ayah nya pada nya  "Aaaaaa....tidakkkk....panassss!"  Percikan api mulai membakar habis sosok satan itu, Xander menatap sosok itu yang berusaha untuk keluar dari api itu. Tapi, sebanyak apa-pun satan itu berusaha, tidak ada yang bisa menghentikan api itu. Karena api itu adalah api khusus untuk membunuh para satan yang masih bisa ia hadapi. Xander memasukkan pedang nya kembali dan hendak melangkah memasuki rumah itu lagi, namun sebuah suara menghentikan nya.  "X-xander?"  Xander yang mendengar suara itu segera menatap Alice dan bergegas mendekati gadis itu. Xander meringis menatap kaki Alice yang berdarah, wajah mulus gadis itu juga banyak tergores. Salah nya sendiri ia terlalu lama untuk memutuskan untuk pergi ke rumah gadis itu.  "Alice? kau masih bisa mendengar ku bukan? Dengar, aku akan membawa mu keluar. Kita harus meninggalkan rumah mu ini dengan segera, ada sesuatu yang ingin kau ambil?"  "Bawa tas itu saja dan handpone ku saja. Aku tidak bisa berdiri sekarang!" seru Alice yang semakin melemah dan kembali pingsan saat merasakan sekujur tubuh nya kembali pedih saat Xander mengangkat bada nya. Xander urung membawa Alice, kaki Alice di gigit oleh satan. Dan itu artinya, lama-kelamaan Alice juga akan berubah. Xander memberingkan kepala Alice, mengambil ramuan di dalam sakunya.  "Maaf Alice, sepertinya aku harus kembali melakukannya padamu!"  Xander meneguk ramuan itu, namun tidak menelannya. Ia menahannya di dalam mulutnya, lalu memberikan nya pada Alice dari mulutnya. Wajah Xander memerah saat kembali harus merasakan bibir Alice. Xander terus menyalurkannya pada Alice, hingga ramuan yang ada di dalam mulutnya habis. Xander mengangkat tubuh Alice, dan segera membawa nya pergi dari rumah itu.  Haloooo gaisss???? Gimana kabar nya nih????? Semoga sehat aja ya semuaaaa!!!!!! New chapter sudah up, jangan lupa kasih vote dan koment nya yaaaa Arigathoooo
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN