The Last weird || Bagian 13

2016 Kata
** MIMPI DI DALAM MIMPI ** Alice dan Logan memasuki ruangan itu, di depan mereka Xander sudah berdiri dengan tatapan nya yang tidak biasa. Logan sedikit melirik Alice yang memegang nya erat. Gadis itu terlihat sedikit ketakutan saat menatap ke ruangan yang menjadi ruangan yang sekarang mereka tempati.Logan lalu kembali menatap Xander yang masih diam di tempat nya. "Jika kalian tidak segera masuk, setan di belakang kalian akan segera memakan kalian berdua!" seru Xander. Logan menatap Alice yang berjalan mendekati Xander. Dan perasaan nya semakin aneh. Alice memang terlihat sedikit Takut, sama juga dengan apa yg sedang ia rasakan saat ini. Logan sekilas menatap ke belakang, satan makin banyak mendekati nya. Logan beralih menatap Xander dan Alice lagi. Sebelum... Shutt... Pisau Xander tepat mengenai jantung setan di belakang nya. Bruak...Crot... Cairan itu langsung mengenai Alice dan Logan yang masih berdiri tidak jauh dari ambang pintu. Alice menatap percikan darah yang mengenai baju nya. Ia lalu menatap Logan dan Xander bergantian. Logan langsung mendekati Xander. "Segera masuk dan tutup pintu itu! Kita akan menunggu beberapa jam di sini!" seru Xander memberikan perintah pada Xander yang sudah kembali duduk di atas lantai yang tidak ada alas nya sama-sekali.  Alice dan Logan mendekat pada Xander, mereka diam. Tidak melakukan apa-apa dan hanya terdengar suara helaan nafas. Helaan nafas yang membuat Alice diam-diam melirik Xander yang berada tidak jauh darinya. Mata nya yang salah lihat atau apa, tapi Alice melihat ada mata di kening Xander. Alice menggelengkan kepala, berusaha untuk mengeyahkan pikirannya. Tidak, ini tidak mungkin, tidak mungkin Xander itu memiliki mata di kening nya, sangat tidak mungkin.  Kecuali, ia dan Logan benar-benar dijebak kali ini!  Batin Alice, ia tiba-tiba merinding saat Xander menatap nya dengan tatapan tidak berkedip.  Alice menatap Logan, lelaki itu sepertinya sedang dalam mantra tidur. Alice masih belum sepenuhnya berubah, sehingga ia masih sedikit Takut dengan Xander. Alice berusaha untuk mengalihkan perhatian nya dari Xander. "A-apa kau melihat nya?"  Xander yang tiba-tiba mengeluarkan suara menatap Alice dengan mata hitam nya, Alice tidak salah lihat. Xander memang memiliki mata di kening nya. Ia segera merangkak mundur dan menatap Logan yang memejamkan matanya. Lelaki itu seperti nya tidak sadar dan malah tertidur. Alice juga tidak tau mengapa Logan bisa-bisa tertidur.  "Tidak, Logan!!! Bangunnnn, Logannnnn!" teriak Alice sambil mengguncang bahu Logan yang sama-sekali tidak merespon nya. Tidak, ini pasti tidak mungkin.  "Logannnn!" seru Alice semakin pelan saat Xander bangkit berdiri dan berjalan ke arah nya dengan wajah nya yang perlahan hancur. Mata yang ada di tengah kening Xander mulai terbuka, tidak hanya itu, wajah Xander ternyata penuh dengan mata yang saat ini semua terbuka dan menatap ke arah nya. Kaki lelaki itu dengan perlahan berubah menjadi lidah dan sangat panjang, serta tangan-tangan lelaki itu yang berubah menjadi benda kenyal berlendir dan sangat panjang.  "Tidak, k-kau siapa? Dimana Xander?" teriak Alice sambil mengeluarkan air matanya, ia sudah berusaha untuk melakukan telekinensis nya, namun sama-sekali tidak berfungsi.  Sosok itu merangkak mendekati Alice, satu kaki nya mulai mendekati Alice dan hendak menyentuh nya. "Tidakkk jangan sentuh aku!" Seru Alice sambil menendang benda berlendir itu. Nafas nya tiba-tiba memburu dengan keringat dingin yang sudah membasahi keningnya.   "Kau menendang nya, sama-seperti teman mu itu bukan? Hahahahhaah, aku akui dia lejat sekali, banyak dendam yang tertanam di dalam hatinya dan itu semakin membuat pemuda itu semakin...Nikmat!" mahluk itu berkata dengan mata di kening nya yang bergerak berguling dan menatap Alice dengan tatapan yang siap untuk menyantap. Alice menggelengkan kepala nya, ia memang tau bahwa ini akan terjadi. Namun ia tidak mengira bahwa tubuh Xander yg asli akan di makan seperti ini. Rasanya Alice tidak siap jika harus menghadapi satan yg ada di depannya. "Tidak, apa kau memakan Xander? Dimana dia sialan! Dimana dia!" teriak Alice berusaha untuk menyerang mahluk berlendir dengan semua mata yang memenuhi bagian kepala nya. Tidak, tidak hanya ada di kepala nya, namun juga ada di bagian d**a dan punggung nya. Alice berusaha untuk tidak memuntahkan isi perut nya kembali.  "Hahahahah, mengapa kalian para manusia selalu seperti ini? Aku bahkan sempat merasa bahwa, aku lebih menyukai manusia!"  "Tidak, enyahlah!"  Brukkkkk, brakkkkk, shittttt  Alice menatap sosok setan di depan nya dengan tatapan murka nya, sementara sosok satan bernama jikininki itu terbentur ke ding-ding, Ia menatap Alice dengan murka dan "Hahahha, kau ingin bermain-main rupanya ya dan apa kau ingin menyerang ku? Begitu? Kau menyerang ku sendirian?Tanpa kekuatan?" kekeh nya lalu  "Arkhhhhh, tidakkkk!" teriak Alice saat satu tangan dari jikininki itu berhasil meraih kaki nya dan menyeret nya dan mendekat pada mata kuning itu "Kau akan kumakan gadis kecil, aku rasa kau pasti lezat, sama seperti kawan mu yang bodoh itu!" kekeh nya sambil meremas kaki Alice.  "Arkhhhhh, tidakkkk!" teriak Alice saat merasakan kaki nya mulai di remas, tulang nya terasa pindah dari tempatnya, rasanya urat-urat kaki Alice sudah putus. Air mata Alice bahkan sampai mengalir saat remasan di kaki nya semakin kuat.  "Ahhh, begini lah cara lelaki itu berteriak Alice, aku menikmati setiap teriakan unfaedah kalian. Dan aku hanya merasa sayang, bahwa kalian bertiga datang kemari dengan harapan membawa benda keramat itu bukan? Sayang nya semua yang mati di rumah ini, adalah hanya karena aku sendiri Alice, tidak ada pembantaian di rumah ini!" kekeh sosok jikininki itu sambil mulai meremas pinggang ALice.  "Tidakkkkkk, sakittttt!" teriak Alice begitu memilukan saat pinggang nya benar-benar remuk, Alice tidak berdaya saat kaki nya mulai dimasukkan ke dalam mulut sosok satan itu. Perlahan mata Alice berubah, perubahan nya memang sudah sejak tadi. Namun tetap saja ia masih berwujud setengah manusia. Alice merasakan sakit yang sungguh luar biasa. Kepala Alice mulai masuk ke dalam tubuh satan itu, sesak rasanya. Dan yang terakhir ia lakukan adalah berteriak sekeras munkin, agar Logan setelah sadar.  "TIDAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!"  Teriakan keras itu membangunkan Logan, ia menatap bagaimana setan itu memasukkan kepala Alice yang menatap nya pilu ke dalam mulut nya. Logan berteriak keras sebelum sesuatu membenturkan badan nya ke ding-ding.  Logan masih membuka matanya darah Alice masih membekas di lantai itu. Logan berusaha bangkit, namun lagi-lagi seperti ada yang membentur nya. Kesadarannya semakin menipis dan tidak lama, hanya gelap yang bisa ia rasakan.  LOGAN POV: Hoss.....hosh...hoss.....  Logan yang baru sadar segera menatap ke arah ruangan dimana ia berada sekarang. "tidak, ini tidak mungkin. Alice!!!!" teriak Logan saat sadar bahwa gadis itu tidak berada bersamanya.  "Alice!!!! kau diamana, aku mohon Alice, jawab aku!" teriak Logan saat tidak ada suara sama-sekali dari gadis itu. Tapi, tunggu, ada yang aneh dengan ruangan ini. Tidak ada berkas cahaya sama-sekali dan ia, ia berada di atas karpet putih bersihh dengan bantal dan selimut yang berada di atas nya. Tidak ada darah yang berada disana seperti yang terakhir kali ia ingat. Tunggu, apa ia juga sudah meninggal? Apa ia juga dimakan oleh sosok yang menjelma menjadi Xander itu?  Ceklekkk   Pintu terbuka, Logan menatap siapa yang datang dan ia membulatkan matanya sakin terkejutnya. Ia masih menatap siapa yang memasuki ruangan hingga tidak sadar air matanya menets "Alice, ini kau? Alice!" seru Logan bergegas berdiri dan memeluk Alice yang baru masuk. Xander yang menatap Logan mengerutkan kening nya  dan tiba-tiba Logan juga menatap ke arah nya. "Tidak, apa kau Xander? Sungguh, apakah kau Xander yang asli?" seru Logan sambil mencekik leher Xander.  Brukk....Logan menghantam Xander ke ding-ding, ia yakin sekali bahwa Xander hanya lah memainkan mereka. Ia tidak ingin lagi percaya pada setan itu. Logan hendak melayangkan kembali tangannya untuk menonjok Xander, namun tangannya tiba-tiab ditarik.  "Logannn,  apa yang kau lakukan? Dia Xander, lepaskan tangan mu Logan!" teriak Alice berusaha untuk membebaskan Xander yang wajahnya sudah memerah akibat cecikan Logan yang begitu kuat.  "Tidak, dia bukan Xander yang asli, dia adalah iblis Alice, dia sudah memakan Xander!"  "Cepat katakan, dimana Xander? Kau kemanakan Xander?" teriak Logan sambil mengeraskan cekikan nya "Kembalikan Xander yang asli kepada kami, aku mohon!" teriak Logan. Lelaki itu kembali menaikkan tangan nya. Namun Plakkk....Logan terhenti saat tiba-tiba merasakan tamparan yang cukup kuat di pipinya. Ia menatap Alice yang baru saja menamparnya, lalu tidak lama terdengar suara wanita paruh baya dari arah pintu. Logan menatap Alice tanpa kedip, tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Alice padanya.  "Astagh..Logan, ayah!! Lihat kelakukan anak mu ini!" seru sosok wanita paruh baya yang menatap Logan sedang mencekik Xander  Mr. Robert yang mendengar suara keributan itu langsung bergegas dan Plakkkk, "Sadar Logan, sadar, dia Xanderrr!" teriak Mr.Robert sambil berusaha untuk melepaskan Logan. Lelaki paruh baya itu lagi-lagi menampar Logan. Berusaha untuk melepaskan tangan Logan yang masih mencekik leher Xander.  Logan menatap Alice lagi, lalu menatap lelaki yang sedang berada di bawah nya saat ini. Logan tiba-tiba teringat lagi dengan kejadian Xander memakan Alice. Membuat emosi nya yang tadi sudah mulai reda kembali membara lagi. Air mata Logan bahkan sampai mengalir, mengenai karpet mereka dan juga lengan Xander.  "Tidak, dia bukan Xander. Dia sudah membunuh Xander yang asli, dia ini iblisss!" seru Logan sambil berusaha untuk meraih Xander kembali  "Cepat Alice, buat dia tertidurr!"  Alice mengangguk dan "Sahkjira, Rabotheeeeeeee!" seru Alice lalu menyentuh tiga titik di leher Logan. Dan lelaki itu langsung lemas dan kembali memejamkan matanya.  "Aku rasa dia sedang di bawah kendali seseorang, Harada, cepat ambil kan aku ramuannya!" seru Robert sambil menunjuk istrinya. "Kalian berdua, keluarlah, aku akan mengurusnya!" seru Mr.Robert pada Xander dan Alice yang segera bangkit berdiri dan berjalan ke luar. Alice segera membantu Xander untuk berdiri, lelaki itu masih nampak pucat dan wajahnya memerah. Alice juga bisa melihat dengan jelas bekas cekikan tangan Logan di leher Xander. Membuat Alice seketika merinding merasakannya.  Alice membawa Xander menuju ruangan baca sambil membawa segelas air putih, ia mendudukan Xander di atas sofa biru. "Minumlah, supaya kau lebih baik!" seru Alice. Xander segera meneguk air putih itu sampai tandas, ia masih meraba leher nya yang masih terasa sakit, tenaga Logan benar-benar tidak seperti biasanya. Alice tidak mengajak Xander untuk berbicara yang pastinya, ia juga masih sedang syok dengan apa yang baru saja terjadi. Xander juga diam saat Alice mengobati luka di sudut bibirnya akibat hantaman Logan. Perhatian Xander tertuju pada Alice, menatap wajah Alice dan tiba-tiba kejadian beberapa hari lalu kembali terlintas di ingatannya. Wajah Xander kembali memanas, terlebih saat Alice meniup sudut bibirnya yang baru saja di obati.  Xander berdehem, mengalihkan perhatiannya "Apa kau mendapat tanda nya Alice?" seru Xander yang memulai percakapan saat mereka sudah lama terdiam  "Aku tidak mendapatkan tanda, namun, aku tidak tau mengapa Logan tiba-tiba seperti itu. Apa menurut mu, sesuatu yang buruk akan terjadi?"  Menghela nafas nya, Xander lalu mengubah duduk nya dan menghadap Alice sepenuh nya. "Alice, berjanji lah pada ku. Jika apa yang terjadi ke depan nya, kau harus tetap pada pendirian mu. Aku sudah mendapatkan mimpi ini beberapa hari yang lalu dan aku baru menyadari nya. Akan ada sosok yang mengintai mu dan menginginkan kematian mu. Aku berharap, kau bisa mempercayai ku, ataupun Logan! Aku bahkan sedikit mencurigai wanita paruh baya yang selalu bersama mu" seru Xander "Apa maksud mu Xander?"  "Aku rasa kau mengerti ALice, nanti malam, jangan naik ke lantai dua rumah mu. Aku bermimpi, akan terjadi sesuatu yang buruk, ketika kau nekad naik ke atas sana! Aku tidak ingin kehilangan mu Alice, apa kau bisa berjanji pada ku?"  Alice seketika diam membatu, ia menatap manik kelam Xander dan "Y-ya, ak-aku berjanji!" seru Alice membuat Xander dengan tiba-tiba memeluknya. "Terimakasih Alice, berjanji lah jika kau akan menepati janji mu!" seru Xander lalu melepaskan pelukannya.  "Tapi tunggu dulu, tidak Logan tidak kau. Mengapa kalian berdua curiga dengan ibu ku?"  "Aku tidak bermaksud lain Alice, tapi apa kau sadar bahwa aroma ibu mu bisa tiba-tiba berubah?"  Kali ini Alice benar-benar teridam dan tidak bisa menjawab pertanyaan Xander yang juga benar adanya. Ia juga sering merasakan aroma ibunya itu benar-benar menyengat, ada bau sesajen yang selalu membuat Alice bertanya-tanya.  "Sudah lah Alice, jangan terlalu pikirkan. Untuk sekarang, jika kau mendapat sebuah keanehan dari rumah  mu, maka kau bisa segera memberitahukan nya pada ku ataupun Logan. Yang terpenting, jika kau merasa ragu atau merasa terancam. Jangan lakukan hal yang membuat mu merasa seperti itu!"  Holaaaaa.......... hehehehhe, tadi, autor lagi senang gitu  jadi, tiba-tiba mau up chapter yang baru lagi  Semoga suka dan semoga semakin penasaran.  Jangan lupa Vote dan Koment nya yaaaaaaa, terimakasihhhhh
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN