---Tugas dalam Mimpi---
Mereka bertiga mulai memasuki ruangan itu, rasanya benar-benar menyeramkan. Ini sungguhan, baru saja memasuki ruangan itu. Sepasang tangan sudah merayap dari atas tangga dan kali ini mengenai Xander. Wajah lelaki itu langsung pucat saat melihat banyaknya darah yang mengalir dari arah datang nya tangan itu.
"Enyalah, dasar sialan!" seru Alice berusaha untuk menyingkir dari laba-laba yang terus menyerang nya.
"Tidak, ini semakin banyak. Kita harus keluar!" seru Logan menarik tangan Alice
brukkk
"Arkhhhhhh!"
Logan berteriak keras saat kepalanya tiba-tiba terbentur dengan pintu yang tertutup. "Tidak, ini tidak bisa, kita harus segera keluar dari sini!" seru Logan sambil berusaha untuk mendobrak pintu itu. "Shitttt, tidak, kita harus keluar!"
Alice menatap pintu di depan nya, ia meraba pintu itu. Mereka benar-benar terkurung di dalam ruangan ini, pintu di depan mereka benar-benar sudah terkunci. Dan, yang mengunci pintu nya adalah roh, roh jahat yang begitu kuat. Alice mengalihkan perhatiannya pada Logan yang seperti nya sedang dilanda kepanikan dan Xander yang hampir terjatuh. Alice bahkan tidak yakin dengan Xander kali ini, wajah lelaki itu sudah begitu pucat.
"Xander? Kau tidak apa-apa? Wajah mu semakin pucat!" ujar Alice menghampiri Xander
"Aku tidak apa-apa!" seru Xander sambil menepis tangan Alice dari lengan nya. Alice sedikit terkejut, ia menatap Xander lekat. Mencari kebenaran apakah laki-laki itu masih Xander atau tidak.
"Ck, kita harus mencari tempat yang aman, aku rasa di sini kurang aman untuk mu!" seru Alice
"Logan..tidak ada jalan keluar dari sini. Jika kita ingin hidup, kita harus mencari jalan keluar nya!" ujar Alice menghampiri Logan yang masih berusaha untuk mencari jalan keluar
"Tidak, kita harus segera keluar!" teriak Logan
"Kendalikan diri mu Logan, kau ini bodoh sekali! Semakin kita cemas, maka kita akan semakin tersesat di sini, sebaiknya siapkan saja diri mu, pasti ada jalan yang lain. Ada roh jahat yang melindungi pintu nya, kita tidak bisa melawan nya!" seru Alice menenangkan Logan yang sejak tadi terus berontak dan menggedor pintu di depan nya. Membuat Alice kewalahan, ia jelas tau bahwa Logan adalah orang yang mudah panik. Terlebih jika dalam keadaan seperti ini, sementara Xander paling tidak tahan jika sudah berhubungan dengan darah. Entah apa yang terjadi, tapi Alice tau itu sejak mereka baru pertama kali berteman.
Logan mengalihkan perhatiannya pada Alice, lalu menghela nafas nya. "Baiklah, kemana kita akan pergi sekarang?" seru Logan
"Aku rasa kita bisa menggunakan kemampuan kita saat ini Logan, kau bisa menerawang dimana tempat yang sedikit aman untuk kita!"
Logan memejamkan matanya sambil memegang tangan Alice agar energiNya tidak cepat habis. Ia lalu menatap ke arah lain. Dan Alice benar, ada sebuah ruangan yang tidak ada penghuni nya. "Ada, tapi di lantai dua. Untuk ke sana, kita harus mengalahkan sosok menyeramkan terlebih dahulu!"
"Apa bentuknya?"
"Dia jikiniki yang belum sempurna, aku rasa aku bisa menghadapinya! Namun, apa kita masuk dengan membawa senjata?" seru Logan
"Ini, aku membawa pisau dari rumah. Aku tidak percaya ini bisa bekerja, tapi hanya ini alat yang bisa kita gunakan saat ini. Jadi??" seru Alice sambil menatap Xander
"Aku bisa, tidak apa-apa!" seru Xander sambil berjalan mendekat Alice dan Logan. Perasaan Alice semakin tidak tenang saat menatap Xander, Apa dia sudah kembali? Batin Alice menatap Xander yang bukan seperti Xander. Jika lelaki itu sudah kembali, maka dia juga akan lebih dulu kembali daripada Logan. Namun, tidak terlalu ambil pusing. Alice akhirnya mengangguk dan tersenyum menyeringai. Membuat Logan menatap Alice tanpa kedip mata.
"Baiklah, ini akan sedikit menyenangkan!" seru Alice sambil menaikkan sudut bibir nya membuat Logan menatap gadis itu dengan sedikit ngeri. Rasanya tidak seperti Alice yang biasanya.
Mereka bertiga mulai menaiki anak tangga, Logan dengan kemampuan Jusu Sushiken nya menjadi pemandu untuk mereka. Alice berada paling belakang, karena takut Xander akan trauma lagi dengan darah yang memang berada di mana-mana. Meski ia tidak yakin bahwa yang berada di belakangnya saat ini adalah Xander yang asli.
"Apa yang terjadi dengan rumah ini sebenarnya?" seru Alice saat menyadari banyaknya darah di tangga yang mereka lewati
"Rumah ini adalah rumah yang menjadi tempat eksekusi dulunya, di rumah itu semua yang tidak tunduk akan di bunuh dengan sadis. Mereka yang dibunuh dengan cara bengis seperti itu berubah menjadi mahluk paling keji karena dendam, tidak ada yang bisa melawan mereka. Kecuali, orang yang sudah ditunjuk!" seru Xander sambil menatap Alice yang berada di belakang nya.
"Holl, itu benar-benar menyeramkan!" seru Alice
"Berjalan lah di depan ku Alice, aku tau kau sedang ketakutan!" seru Xander
"Tidak, setidaknya kau harus menghawatirkan diri mu saja Xander!" seru Alice "Arkhhhh!" Alice berteriak ketika ada sesuatu yang berada di belakang nya. Bulu kuduk Alice berdiri saat merasakan itu adalah hawa dari sebuah arwah.
"Enyahlah!" seru Xander sambil menghunuskan pedang nya pada sosok di belakang Alice.
Krekk... bunyi leher patah Langsung terdengar, Alice manahan nafasnya saat mencium bau anyir yang begitu ketara. "Buka mata mu Alice dan berjalan lah di depan ku. Aku sudah mulai terbiasa!" seru Xander sambil menarik tangan Alice yang sejak tadi memeluk pinggang nya tiba-tiba. Xander benar-benar tidak terbiasa dengan Alice yang menjadi seperti ini.
Gadis itu menurut dan berjalan di depan Xander, sambil melepas pelukan nya. Logan nampak nya juga baru mengalahkan satu jikininki yang belum dewasa. Alice menggelengkan kepalanya ngeri, baru ini pertama kali ia menatap bentuk satan bernama jikininki itu, bentuk nya begitu menyeramkan. Mata nya ada banyak, mulut nya jatuh ke bawah, wajahnya sama-sekali tidak terdefinisi karena semua dipenuhi dengan matanya. Tangannya bisa memanjang dan lendir-lendir bau memenuhi kulit tubuhnya.
"Jangan tatap ke sana Alice!"
"B-baiklah!" seru Alice lalu melanjutkan langkah nya
"Tapi, menagapa kau tau mengenai rumah ini Xander?". Kali ini Logan yang bertanya, ia mendengar percakapan Alice dan Xander tadi, dan jujur saja, sebelum ia menyetujui ajakan Xander ke sini, ia sudah was-was dan sedikit menaruh curiga pada Xander. Percakapan mereka sebelum ke sini, Xander jelas sekali berkata tidak tahu menahu mengenai informasi di rumah ini. Tentang apa yang terjadi sehingga di sini banyak penunggu dan arwah bergentayangan. Logan jelas sekali mengingat apa yang dikatakan oleh Xander.
"Aku pernah mendengar tentang rumah ini!" seru Xander
"Tapi, bukan kah rumah ini ada di berita koran beberapa tahun yang lalu? Dan tidak ada yang menyebutkan bahwa rumah ini adalah tempat yang bersetan Xander, apa kau yakin tidak menyembunyikan apa-apa dari kami berdua?" seru Logan mulai mengintimidasi Xander. Logan tidak berbohong, aura Xander juga sedikit berubah saat ini. Tidak seperti aura saat awal pertama mereka masuk ke dalam rumah ini.
"Apa yang harus aku sembunyikan?"
"Logan, di belakang mu!"
Shutt.... trthhhhhh....drashhhhh....
Darah langsung muncrat saat lemparan pisau Alice tepat mengenai sosok yang tadi nya berada di belakang Logan. Lelaki itu membalikkan badan dan menatap sosok mahluk berwarna biru di belakang nya.
Brukkk
Mayat itu jatuh ke lantai "Ini spesies apa lagi?" seru Logan hampir memuntahkan semua isi perut nya. Jujur saja, sebenarnya bukan hanya Xander di sini yang ingin muntah melihat bentuk-bentuk setan yang ada di depan mereka. Namun Logan juga, ini kali pertama baginya melihat secara live satan dan bahkan membunuh mereka. Tapi yang pastinya, Logan menahan diri untuk tidak muntah demi Alice.
"Itu adalah Dasim, jenis satan yang selalu menggoda manusia agar tidak pernah kenyang ketika makan sesuatu. Dia juga sering menghancurkan rumah tangga manusia, agar pasangan suami istri tidak saling bertahan!" ujar Xander berjalan mendekat. Ia sedikit mengambil abu dari setan itu dan memasukkan nya pada botol kecil yang ia miliki.
"Tunggu, kau tau mengenai ini juga?" seru Logan bertambah curiga "Dan, sejak kapan kau membawa botol itu bersama mu?"
"Percayalah, bahwa ini semua untuk kita nantinya Alice, jangan terlalu memikirkan hal yang negatif mengenai ku!" seru Xander yang lalu berjalan lebih dulu. Meninggalkan Logan dan Alice yang tiba-tiba terdiam. Xander seperti nya kesal dengan mereka berdua, tapi siapa yang tidak akan berpikir negatif jika di saat mereka terjebak bertiga, sosok seseorang dari antara mereka mengetahui tentang seluk beluk yang menjadi tempat kalian terjebak?? 'Tidak ada bukan', Semua pasti akan sama dengan Alice dan Logan.
"Lalu, apa yang kita lakukan sekarang Alice? Haruskan kita melanjutkan ini?" seru Logan menatap Alice yang juga sedang menatap nya.
"Ya, aku rasa kita harus. Tidak ada jalan untuk kembali Logan, jika pun kau memikirkan hal yang sama dengan ku. Maka, kita harus tetap bersama!"
"Huh, maaf telah melibatkan mu dalam masalah ini. Aku sendiri tidak tau ini akan berakhir buruk!"
"Sudahlah, kita sudah terlanjur masuk ke dalam sini. Sebaiknya, kita juga yang menyelesaikannya!"
Mereka kembali berjalan, dan menyusul Xander yang menunggu mereka berdua di lantai atas. Tatapan Xander tidak berubah sejak tadi, lelaki itu terus menatap Logan dengan tatapan intimasinya. Untuk sampai ke ruangan yang tidak akan bisa dimasuki oleh satan itu, mereka harus mencari sebuah pintu yang tepat. Karena di lantai dua ini, terdapat banyak pintu yang tertutup. Dan jika mereka salah masuk kamar, maka mereka akan tersesat di dalam nya. Dan pastinya, untuk mencari jalan keluar. Akan sedikit lebih susah, karena mereka harus melawan sosok lain.
Logan menatap Alice yang tiba-tiba juga terasa aneh, aura Alice mendadak berubah saat ia tidak sengaja terdorong ke depan dan mengenai Alice. Logan menatap Alice, yang juga sedang menatap nya.
"Logan? Ada apa? Kenapa kau menatap ku aneh seperti itu?" seru Alice
"Ahhh, tidak ada apa-apa. Aku hanya tersandung saja tadi, dan sedikit heran dengan mu. Biasanya kau akan marah jika aku tidak sengaja menyandung mu, tapi tadi kau tidak marah!"
Alice menatap Xander dan menyipitkan matanya "Kita sekarang dalam keadaan yang berbeda Logan, tidak ada untung nya bagi ku bertindak kekanakan seperti itu!"
Logan lagi-lagi merasa aneh, Alice di depan nya saat itu rasanya bukan Alice yang ia kenal. Karena Alice dalam keadaan apapun akan selalu marah jika seseoang menyandungnya. Bahkan tadi Logan sengaja menyandung Alice cukup keras. Ia cukup bersedia untuk menerima pukulan Alice. Namun nyatanya tidak, gadis itu malah tidak bereaksi apa-apa, dan malah bersikap seperti ini.
Buku kuduk Logan berdiri seketika, ia menatap ke depan. Bersamaan dengan Xander yang juga menatap nya tanpa kedip. Logan menelan salivanya kasar, Alice juga tidak bereaksi apa-apa saat Xander menatapnya tajam seperti tadi.
"Mengapa kau tidak menggunakan kekuatan mu untuk mencari tahu dimana pintu yang sebenarnya Logan?" seru Xander
"Aku tidak yakin masih bertahan kar---!"
Shutt...Logan langsung menghindar saat Xander tiba-tiba melempar pisau ke arahnya. Dan jangan lupakan tatapan datar lelaki itu. Logan membulatkan matanya, hendak protes. Namun tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang terjatuh di belakangnya. Membuat ia segera berbalik dan "Satan ini lagi?" Logan meneguk salivanya, Jikininki yang lebih besar tersungkur di depannya.
"Berhati-hati lah Logan, semakin ke sini. Satan akan semakin lebih banyak untuk mengincar mu! Kau harus segera menemukan ruangan itu agar bisa kembali!"
Logan menatap Xander, aneh...tidak-tidak, rasanya ini benar-benar seratus delapan puluh derajat aneh. Mengapa Xander berkata agar ia bisa kembali? Bukan kah seharusnya Xander berkata kami? Rasanya di sini, hanya Logan sendiri. Dan Alice serta Xander yang berada di depannya sepertinya tidak nyata.
Logan menggelengkan kepalanya saat Alice tiba-tiba menarik tangannya. "Mengapa kau bengong Logan? Ada yang salah dengan mu? Atau kau sedang melihat sosok yang mengerikan?"
"T-Tidak!" jawab Logan gugup, tangan Alice sebelumnya hangat. Namun sekarang sedikit lebih dingin dari tadi, biasnaya Alice seperti itu jika sedang terjadi sesuatu. Namun ini tidak, Alice dari tadi biasa-biasa saja.
"Logan, hey?" seru Alice mengebaskan tangannya di depan wajah Logan yang masih terdiam. Lelaki itu tiba-tiba terkejut dan menatap Alice
"Ahhh...maaf-maaf, aku hanya sedang kepikiran yang lain!"
Alice hanya mengangguk dan melepaskan tangan Logan, dengan bertumbu pada ding-ding di sebelahnya. Logan segera memakai kemampuan menerawang nya, satu-persatu ia menatap ruangan itu. Dan Xander benar, ruangan itu di isi oleh beberapa mahluk astral yang lebih mengerikan daripada biasanya. Logan lalu menatap ke arah Alice dan Xander, matanya tiba-tiba membulat
"Alice, bukan itu!" teriak Logan segera berlari menuju arah Alice dan menarik tangan gadis itu yang sudah hampir membuka knop pintu di depan nya.
Logan kembali mengubah bentuk matanya, badan nya semakin lemah. Namun ia berusaha untuk berdiri. Logan lalu menatap Alice dan juga Xander yang menatap nya "Apa yang ada di dalam ruangan ini sebenarnya?"
"Itu iblis yang sedikit lebih mengerikan dari iblis yang tadi. Dan ruangan itu ada di sana! Di depan kita!" Logan menunjuk ruangan yang mereka cari. Berada di depan mereka dan tembak luruh.