The Last weird || Bagian 26

2063 Kata
Bagian 26 ||Ritual||Xander segera memasuki mobil Logan yang terparkir di depan sekolah, usai ia memberikan surat ijin dan menyerahkan tugas mereka bertiga. Xander bergegas keluar dari gerbang sekolah, "Xander, segera masuk!"  Usai Xander masuk, mobil Hammer  itu bergegas meninggalkan lokasi sekolah, Alice yang duduk di belakang menatap layar handpone nya yang sedang berada di tangan nya. Xander melirik gadis itu dari kaca spion dan segera menatap Logan karena lelaki itu mengajak nya berbicara. "Apa kepala sekolah mengijinkan kita?"  Xander menatap Logan, "Tadi aku lama karena urusan kelas, bukan karena berhubungan dengan kepala sekolah!"  "Ahhh, pantas saja. Aku sudah mulai curiga sejak tadi karena kau terlalu lama! Aku dan Alice bahkan sudah ingin menyusul mu tadi!"  "yah begitu lah, jika kau tidak tahan untuk mengemudi. Aku bisa menggantikan mu nanti, karena kita akan sedikit lama di perjalanan!" ujar Xander sambil membuka peta online di tangan nya.  "Tidak apa, kau bisa berkendara untuk pulang saja. Aku bisa berkendara, lagi pula Alice juga bisa menggantikan ku nanti nya!" seru Logan menatap Alice yang masih sibuk dengan ponsel nya sejak tadi, "Apa yang membuat mu begitu fokus dengan ponsel mu Alice? Apa terjadi sesuatu?"  Alice menatap Logan, "Tidak ada apa-apa, aku hanya memastikan sesuatu saja!"  "Yak, sesuatu apa? Kau membuat ku penasaran!" kekeh Logan  "Apa menurut kalian Gordo sedikit gencar untuk mendekati ku? Lihat saja, dia memberiku pesan  dari semua sosial media ku!" seru Alice menunjukkan layar ponsel nya. Xander tiba-tiba menutup buku di tangan nya, ia menoleh ke belakang. "Minta handpone mu!" seru Xander  Alice memberikan nya tanpa pikir panjang, Xander menatap pesan dari Gordo. Ia menatap pesan itu lama hingga rasanya layar ponsel Alice bisa retak, "Jangan balas apa-pun dari pesan nya. Tadi juga dia yang membuat ku lama, dia berusaha mengorek informasi kemana kita akan pergi!"  "Benarkah? Aku rasa lelaki itu sedikit gencar, dan itu tidak baik. Apa kalian ingat kekasih nya waktu kelas satu?" ujar Logan  "Dia pindah bukan? Itu karena Gordo ingin melecehkan nya?" seru Alice  "Tidak, Gordo tidak ingin melecehkan nya saja. Namun ingin membunuh kekasih nya itu, ada kabar-kabar yang mengatakan bahwa Gordo itu punya kelainan jiwa. Dia suka melihat darah dan luka! Aku rasa dia itu psykopath!" jawab Logan "Holl, mengapa aku rasa ini sedikit ngeri?" seru Alice memeluk lengan nya sendiri  Xander menatap Alice lagi-lagi, ia lalu menghela nafas nya "jika kau memberikan pendapat. Dia bukan seorang psykopath, tapi dia seorang pengabdi!" Logan dan Alice kompak menatap Xander, Alice bahkan sampai memajukan kepala nya. Menatap wajah Xander dengan teliti, Alice langsung mundur saat tatapan Xander tidak menunjukkan sebuah keraguan, lelaki itu seperti nya sedang serius.  "Kenapa pengabdi? Apa maksud nya?" seru Alice  "Aku rasa dia pengabdi pada seorang iblis atau satan, melihat dia tau arti dari lambang dan bagian yang hilang dari tubuh korban teror itu!"  "Benarkah? Aku tidak berpikir sampai ke sana!" jawab Logan yang langsung fokus pada jalanan di depan nya.  "Apa maksud mu dia ingin menjadikan gadis itu sebagai tumbal namun gagal?" seru Alice  "Ya,kau benar. Itu sebab nya jangan terlalu dekat dengan nya, aku khawatir dia ada maksud jahat pada mu. Jika pun dia mendekatimu karena dia suka, tapi aku rasa itu adalah sebatas obesesi. Intinya jangan terlalu peduli dan bersikap lah seperti biasanya!" seru Xander membuat Logan menaikkan sudut bibir nya paham makna dari perkataan Xander yang lebih menjurus ke 'protektiv'. "Baik lah, aku akan memblokir nomor nya!" seru Alice  "Tidak usah, jangan lakukan itu. Itu akan semakin membuat nya gencar mendekati mu. Matikan saja lokasi mu agar dia tidak tau dimana keberadaan mu, jika pun kau harus terpkasan mengaktifkan GPS mu, buat pengecualian hanya padanya!"  "Holl, bagaimana? Aku tidak tau seperti itu!" seru Alice yang menatap ponsel nya dengan alis berkerut.  "Sebaik nya kau pindah ke belakang Xander, kau juga bisa kan melakukan hal itu!" seru Logan memberikan Xander kode. Xander sekilas menatap Alice yang meminta nya juga, ia menghela nafas nya dan segera berpindah kebelakang dan duduk di sebelah Alice.  **** "Kau masih belum menemukan pengantin ku itu?"  Mizuki mengusap darah yang mengalir dari sudut bibir nya saat badan nya membentur ding-ding di belakang nya. Ia menatap Xavier, sang iblis yang terikat nyawa dengan nya. Ia menghela nafas nya berat karena untuk sekarang ia benar-benar tidak bisa melawan nya karena kekuatan nya sudah di tarik saat ia berhianat.  "Belum Tuan, pengantin anda sangat sulit untuk di temukan. Aku rasa dia bersembunyi dengan baik!"  cuihh..  Mizuki menutup mata nya saat ludah itu terbersit ke wajah nya, ia membuka mata nya dengan helaan nafas nya terpanjang nya. Ini adalah hinaan terberat yang pernah ia alami, tidak sebelum ia berhianat.  "Bawahan macam apa kau hah? Aku sudah tidak ingin lagi memakan hati dari nyawa pengantin ku Mizuki, aku ingin hati pengantin ku. Aku ingin memakan nya dengan semua bagian tubuh nya. Aku ingin, aku ingin dia mati di tangan ku saja. Untuk itu lah aku membuat nya sebagai pengantin ku sejak aku kecil. Aku ingin dia mati!" murka Xavier pada Mizuki  "Hamba akan berusaha untuk mencari Tuan---arkhhh--mphmm-arkhhhhh!" teriak Mizuki saat hati nya terasa sakit. Bagian d**a nya terasa keluar dari tubuh nya, keringat dingin membasahi badannya saat menatap tuan nya itu hendak menarik hati nya.  "Arkhhhhhhhh.......arkhhhh!" teriak Mizuki masih meronta kesakitan saat hati nya benar-benar seperti di tusuk ribuan jarum kasat mata. Tangan Xavier terangkat seiring dengan badan Mizuki yang ikut terangkat, dan brukkk....blam....."arkhhh!" erang Mizuki saat mata nya tertusuk benda tajam di ding-ding.  Darah segar menghiasi wajah Mizuki yang sudah cacat, mata nya kembali terasa sakit meski sudah lama ia tidak memiliki mata. Mata yang sekarang ia miliki adalah mata pheonix yang mengabdi pada nya sebelum ini semua terjadi. Jauh sebelum ia di hukum untuk turun ke bumi dan harus berhianat dari Lord nya yang menemaninya untuk menjalani hukuman. Penghiatan yang membawa nya pada cacat karena tidak akan bisa lagi menggunakan kekuatan nya.  "Aku suka teriakan mu Mizuki, membuat ku ingin menikmati rasa hati mu dengan segera. Tapi, tanpa mu. Mustahil aku bisa menemukan pengantin ku! Dan, untuk itu kau boleh hidup untuk saat ini!" kekeh Xavier lalu menendang Mizuki yang tergeletak di bawah nya.  Ia melangkah menuju singgasananya, menatap para kursi di depan nya yang kosong. Hanya ada gadis bodoh dan tidak berguna yang sekarang tidak berdaya, tidak ada pengabdi baru untuk nya. Hanya Mizuki dan satu lagi lelaki bodoh yang hanya terobesesi pada s**********n wanita. Manusia bodoh yang tidak bisa menahan nafsu nya. Mizuki bahkan tidak mampu untuk menyesatkan lebih banyak manusia untuk menjadi abdi nya. Padahal, jika gadis bodoh itu melakukan nya. Kemungkinan besar, ia masih bisa menahan rasa amarah nya. Karena semakin banyak pengabdi untuknya, semakin banyak hati manusia yang bisa ia makan. Agar ia bisa mempertahankan bentuk manusia nya ini.  Mata di kening nya mulai terbuka, Xavier meraba mata nya itu bersamaan dengan mata di sekujur tubuh nya yang mulai terbuka.  Badan Xavier perlahan mulai berubah bentuk, tangan nya berubah menjadi lebih panjang. Kaki nya menyusut dan menjadi sepasang tangan yang panjang. Mata berkedip dan memenuhi tubuh itu dengan sekejap.  Mizuki yang menatap bentuk iblis itu seketika ingin memuntahkan semua yang ada di dalam perut nya. Ia bergegas untuk pergi dan menghilang di balik tembok pemisah itu. Jika tuan nya itu sudah berubah bentuk, maka ia harus memberikan nya sebuah hati lagi. Hati gadis yang menjadi bagian dari hidup nya juga. Karena, mereka semua adalah terhubung dan hanya bisa melindungi Alice. Gadis yang tidak bersalah, namun ikut terjerat menjadi seperti mereka karena itu adalah takdir. ***** Mereka sampai di daerah pemakaman itu, suara burung gagak memenuhi indra pendengaran mereka. Xander turun lebih dulu, menatap sekeliling mereka yang hanya terdapat gundukan tanah yang tidak terurus. "Kalian tidak ingin keluar?" ujar Xander membalikkan badan nya dan menatap Logan serta Alice yang masih diam di dalam mobil.  Logan dan Alice akhirnya turun dari dalam mobil, Alice merapat pada Logan, "Kau takut?" seru Logan.  "Aku rasa sedikit, ini sedikit menyeramkan untuk ku!" seru Alice  "Sudah lah, ini tidak apa-apa!" seru Logan berusaha untuk menenangkan Alice meski dirinya sendiri merasa bahwa aura di lokasi ini memang sedikit berbeda. Bulu kuduk nya bahkan sampai berdiri.  "Kita harus berjalan dari sini, mobil tidak bisa melewati tempat ini!" seru Xander lalu memimpin langkah mereka menuju tempat tujuan awal mereka.  Suara burung gagak di tambah dengan penerangan yang tidak terlalu terang membuat perasaan Alice sedikit tidak enak, ia juga merasakan bahwa seperti nya banyak yang sedang mengawasi mereka. Langkah mereka semakin memasuki lokasi pemakaman itu dan berhenti di sebuah bangunan yang sedikit lebih tinggi. Gerbang sebatas leher menjadi pembatas nya, sarang laba-laba yang ada di setiap sudut menambah kesan horor dari bangunan itu. Alice manatap Xander, "Kau yakin ini tempat nya?" seru Alice  "Ya, ini tempat nya. Kita tunggu sebentar dulu, akan ada seseorang yang memandu kita ke dalam dan membuka gerbang nya!" lanjut Xander menatap sekeliling mereka  "Apa itu dia?" seru Logan menunjuk sosok lelaki yang sedang menyapu daun-daun tidak jauh dari mereka. Lelaki itu mengenakan baju serba hitam, sebentar menatap ke arah mereka membuat Alice dan Logan segera memalingkan wajah nya.  "Tidak, bukan itu. Dia hanya lah penjaga makam!" jawab Xander  "Yak, apa itu orang nya?" panik Logan saat menatap sosok berjubah, tinggi dan memakai topeng hitam yang berjalan ke arah mereka. Logan menelan saliva nya saat sosok itu sudah berdiri beberapa langkah dari mereka. Tidak berbeda jauh dengan Logan, nafas Alice langsung terasa memburu saat menatap sosok itu berada di depan nya. Tarikan Xander sedikit membuat nya sadar bahwa ia masih hidup, sosok itu lalu membuak gerbang di depan nya dan Alice sadar bahwa ia menghalangi jalan sosok itu.  Bunyi decitan gerbang tua, ditambah dengan burung gagak yang terbang menjauh membuat bulu kuduk Alice berdiri. Mereka bertiga menatap sosok itu yang sudah memasuki gedung itu, membuka pintu tua itu dan sedikit melirik ke arah Xander, "Ingat jangan membuat kesalahn Xander!"  Alice semakin gugup saat mendengar suara nya yang tidak seperti suara manusia, mirip seperti suara robot dan sedikit lebih besar. "Aku tau!" jawab Xander yang kelihatan tidak takut. Xander lalu melangkah memasuki gerbang itu, dan berhenti di ambang pintu saat menyadari bahwa Alice dan Logan tidak bergerak dari tempat nya.  "Apa kalian tidak ikut? Jika kalian tidak mau, kita bisa kembali saja!" seru Xander  Alice menatap Logan sekilas, "Tidak, kita sudah sampai di sini. Aku rasa jika kembali bukan lah jalan yang terbaik!" seru nya sambil melangkah memasuki gerbang itu dan memasuki pintu itu bersama dengan Xander yang sudah masuk lebih dulu  "Yak, ini benar-benar menyeramkan!" guman Logan lalu segera berlari mengejar langkah Alice yang sudah tidak terlihat.  Xander menuruni tangga dengan penerangan yang ada di dalam, batu bata yang melapisi bangunan itu terlihat masih sama seperti dulu. Saat ia pertama kali memaski bangunan itu juga. Mereka memasuki gerbang kedua yang sudah di buka, Alice berhenti saat menatap jurang dalam yang ada di depan nya "ini adalah lembah kematian, semua para pemburu iblis yang berhianat akan di lemparkan ke dalam. Tidak ada yang tau seperti apa akhir mereka!"  Alice melirik Xander yang ikut berdiri di sebelah nya sambil menatap ke bawah, Logan yang baru saja tiba sedikit merasa ngeri. Namun segera berjalan lebih dulu dari Xander dan Alice.  "Mari lanjut!" guman Xander membuyarkan lamunan Alice  Mereka berdua dengan Logan dan sosok berjubah yang sudah di depan mereka kembali melewati tembok-tembok yang semakin sempit. Xander kembali berhenti, tidak hanya dia. Tapi Alice dan Logan juga ikut berhenti melangkah dan menatap rangka kepala yang di susun rapi membentuk tembok, "Ini adalah kuburan para pemburu ilusi. Para pendahulu dari para pemburu setan. Mereka ini lah yang membangun tempat ini dan semua yang berkorban banyak, akan di tempat kan di sini. Dan, aku rasa suatu saat nanti ini juga akan menjadi kuburan ayah ku!" seru Xander mengelus tengkorak itu.  Alice menelan saliva nya, "itu benar-benar menyeramkan Xander. Dan kau berani menyentuh nya?" seru Alice  "Aku rasa ini tidak berbahaya!" jawab Logan yang juga ikut menyentuh tengkorak itu  "Apa kalian tidak ingin lanjut?"  Mereka bertiga menatap pada sosok berjubah itu yang berhenti di gerbang ke tiga. Mereka segera beranjak dan memasuki gerbang ketiga itu. Tatapan Alice berhenti saat menatap ruangan yang lebih besar daripada sebelumnya. Mereka memasuki ruangan itu, "Ini adalah tempat nya. Dan kami tidak bisa memasuki nya kecuali diri mu!" seru Xander membawa Logan menjauh  "Jadi, apa kau benar-benar sudah pernah mencoba ini?" seru Alice menatap Xander  "Tidak, aku tidak melakukan nya. Tapi aku bisa memastikan bahwa kau akan baik-baik saja!" seru Xander mendorong bahu Alice agar memasuki tengah simbol yang ada di ruangan itu. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN