Bagian 25 ||Ciptaan yang beragam||
Xander menunggu Alice yang masih belum memasuki kamar nya dan ia masih berdiri di depan pintu gadis itu. Sementara dari kejauhan, suara gelak tawa sudah mulai terdengar membuat Xander sadar bahwa Alice sudah berjalan ke arah nya bersama dengan Logan yang masih asik menggoda gadis itu "Yak!! Xander? Ada apa?" ujar Alice dan Logan saat mendapati lelaki itu yang sedang berdiri di ambang pintu kamar mereka.
"Mengapa kau tidak masuk? Kau takut sendirian?" seru Logan sedikit menggoda Xander
Pasalnya mereka memang memutuskan untuk tidur satu ruangan dengan ranjang yang terpisah, Xander kan bisa masuk lebih dulu. Xander memutar bola matanya malas lalu menatap Alice "Aku ingin berbicara dengan mu, hanya berdua!" seru Xander membuat Logan seketika sadar
"Ahhh, aku akan masuk lebih dulu!" seru Logan lalu memasuki kamar mereka
Alice yang masih berdiri di depan Xander menatap pemuda itu dengan alis berkerut, tidak biasanya Xander mengajak nya untuk bicara dengan empat mata "Apa yang ingin kau katakan? Apa ini penting sekali?"
"Dengar, ayah ku menemukan sebuah ritual untuk mengembalikan ingatan itu. Dia ingin kau mencoba nya dulu!"
"Benarkah? Baik lah kalau begitu, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Kita menemui ayah ku dulu, namun jika kau ragu. Kau bisa mengajak Logan untuk ikut serta!"
"Aku rasa aku lebih baik ikut juga, aku penasaran!"
Alice dan Xander menatap pintu kamar di depan mereka yang tiba-tiba terbuka dan menampilkan Logan yang memasang wajah sok imut nya, Xander tiba-tiba merasa bodoh. Untuk apa dia mengusir Logan jika mereka berbicara di depan pintu kamar? Sudah pasti Logan menguping apa yang sedang mereka berdua bicarakan.
"Baik lah, kalau begitu kita naik ke lantai atas dulu! Tapi janji jangan lari dari ku, jangan menyentuh apa pun di sana!" peringat Xander
Logan tersenyum sambil mengangguk "Tidak masalah! Itu bisa di selesaikan dengan mudah!"
"Baiklah, mari ikut dengan ku!"
Alice dan Logan berjalan di kedua sisi Xander, mereka mulai berjalan menaiki lantai dua. Di atas anak tangga, se-ekor kucing menatap mereka dengan kepala yang benar-benar tidak berpaling barang sedikit pun. Seolah dia akan melihat kesalahan mereka sekecil apa-pun itu. Alice tiba-tiba sadar apa yang dikatakan oleh Xander beberapa hari yang lalu, saat mereka terjebak dalam lantai dua rumah Xander yang juga menyimpan banyak misteri di dalam nya. Alice melirik Xander yang berada di sebelah nya, lelaki itu hanya fokus dengan jalan mereka.
Xander dan kedua sahabat nya berhenti di depan sebuah pintu, tangan Xander terulur dan mengetuk pintu berukiran naga itu Tokk..tok...tok.. "Masuk lah!"
Mendengar jawaban dari dalam, Xander menatap Logan dan Alice "Ingat apa yang sudah aku katakan sebelum nya bukan? Jangan menyentuh apa pun di dalam sana!"
Kedua nya mengangguk membuat Xander menekan knop pintu itu, pintu dengan ukiran naga itu perlahan terbuka menampilkan pemandangan di depan mereka. Sebuah meja kerja dengan orang yang sedang menatap mereka bertiga menjadi pemandangan pertama yang mereka dapat. Rak buku yang berjejer rapi di belakang meja kerja itu menambah kesan dingin yang tidak tersentuh. Arsitektur ruangan yang benar-benar mewah dan warna ruangan yang maskulin, menandakan bahwa pemilik dari ruangan itu adalah sosok yang tidak mudah tersentuh. Sebuah kucing yang tiba-tiba melompat ke pangkuan lelaki tua yang sedang menatap mereka membuyarkan ketakjuban Logan dan Alice, "kau sudah kembali? Tenang lah, aku yang menyuruh mereka untuk datang ke sini. Kau kembali lah!" seru Mr. Erick mengelus kepala kucing itu.Hewan berbulu hitam itu langsung turun dari pangkuan nya dan kembali berjalan keluar.
"Silahkan duduk, aku tidak tau bahwa kau juga akan ikut nak!" seru Mr.Erick menatap Logan yang masih menatap setiap benda yang ada di ruangan itu sambil berjalan mendekati pemuda itu.
"Ahhh, aku hanya penasaran saja Sir. Tapi jika kehadiran ku adalah sebuah kesalahan, aku bisa kembali saja!" ujar Logan yang hendak berjalan ke luar pintu
"Tidak usah nak, tidak ada yang berkata begitu. Silahkan bergabung dengan mereka!" seru Mr.Erick sambil menutup pintu di depannya.
Pintu tertutup, sementara Alice masih menatap ruangan itu.Aura di dalam ruangan itu terasa begitu kuat dan sedikit membuat bulu kuduk nya naik, Xander yang menyadari hal itu menyentuh tangan Alice yang memang duduk di sebelah nya "Ingat apa yang aku katakan bukan?" bisik Xander
Alice sedikit melirik Xander lalu tersenyum sambil mengangguk lalu menatap Logan yang sudah kembali dan duduk di sebelah nya.
Mr.Erick berjalan ke arah rak buku nya, menatap setiap buku yang ada dan "Aku rasa ini yang aku butuh kan!" ujar nya mengambil salah-satu buku bersampul hitam.Ia lalu duduk di sofa singgle tepat di depan ketiga orang yang sedang duduk di sebelah nya. Ia meletakkan buku itu di atas meja, membuat perhatian Xander sedikit teralih dengan sampul buku itu.
"Ahhhh, baik lah. Aku rasa putra ku Xander sudah memberitahukan nya pada kalian tujuan ke sini bukan?" tanya Mr.Erick
"Sudah Sir, Xander sudah memberitahukan ku. Dan aku setuju dengan itu!" jawab Alice tidak ragu dengan mengatakan bahwa ia setuju dengan ritual itu.
"Baik lah, aku sebenarnya tidak terlalu yakin bahwa hal ini bisa bekerja dengan mu, tapi apa salah nya untuk mencoba. Jadi, pertama sekali aku ingin bertanya. Apa di antara kalian mendapati mimpi aneh selama beberapa hari terakhir ini?"
Alice, Xander dan Logan saling menatap "Tidak, aku tidak memimpikan mengenai hal itu!" jawab Alice duluan
"Aku juga tidak bermimpi buruk akhir-akhir ini!" jawab Logan jujur
"Aku tidak yakin ini mimpi buruk atau sebuah petunjuk, namun aku hanya memimpikan sebuah pohon yang hidup. Aku tidak tau apa arti nya sehingga aku rasa itu tidak termasuk buruk!" jawab Xander yang cukup lama untuk menjawab.
Mendengar Xander menyebutkan pohon, perhatian Alice lalu tertuju pada lelaki itu namun kemudian dia menggelengkan kepala nya.
"baik lah, bermimpi tentang pohon aku rasa juga bukan lah sesuatu yang buruk. Jadi, kalian bisa pergi ke pemakaman selatan. Di sana ada sebuah tempat yang tersembunyi, tempat itu adalah bangunan untuk kuburan para pemburu satan atau iblis yang di bangun kusus. Seseorang akan menunggu kalian di sana, aku sudah mengirimi Nya pesan bahwa akan ada orang yang datang!" seru mr. Erick
Alice sedikit menatap lelaki paruh baya di depan nya "Mengapa anda bisa yakin bahwa mereka pernah melakukan ini sir?"
"Ini, di buku ini sudah tertera semua nya nak. Kalian yang memutuskan untuk pergi atau tidak, tapi aku sudah memberitahukan pada kalian!" seru mr.Erick lalu bangkit dari duduk nya dan kembali lagi duduk di kursi kerja nya. Membuka layar monitor yang ada di meja lelaki itu.
"Tapi, siapa yang tau tempat itu sir?" seru Logan
"Xander tau dan dia bisa membawa kalian ke sana. Tapi aku tidak yakin bahwa selian Xander dan yang berkepentingan bisa masuk ke sana. Karena tempat itu adalah tempat suci para kaum kami nak!"
Logan lalu menatap Xander dan begitu juga dengan Alice "Ada apa? Mengapa menatap ku seperti itu?" seru Xander yang sedikit kesal
"Kau tau hal ini? Tapi mengapa tidak memberitahukan nya pada kami? Dasar menyebalkan!" kesal Logan "Untuk apa aku mencari di internet semalaman?" sambung Logan melampiaskan kesal nya
"Maaf, aku tidak bermasud. Lagi pula aku tidak kepikiran dengan itu, ayah memang pernah mengajak ku kesana untuk mencari tahu masa lalu ku!"
"sebaik nya kita bicara di kamar saja!" usul Alice yang langsung bangkit dari duduk nya yang langsung di ikuti oleh Logan dan Xander. Mereka lalu berpamitan dan kembali turun ke bawah. Kucing hitam itu masih menatap mereka dengan lekat, sampai Alice sadar bahwa aura yang di miliki oleh kucing itu terasa pernah ia rasakan. Ia menatap kucing itu "Alice? Cepat lah!" seru Logan menarik tangan Alice yang seperti nya sedang menatap sesuatu
Mereka sampai di kamar mereka, Alice langsung duduk di atar ranjang nya. Logan langsung tiduran di kasur bertingkat mereka, Alice dan Logan memang tidur di tempat tidur bertingkat. Alice di bawah dan Logan di atas nya. sementara Xander berada di ranjang sebelah mereka, tidak terlalu jauh dari Alice. Xander masih duduk di atas meja belajar nya sambil membaca buku yang tadi diberikan oleh Mr.Erick pada mereka.
"Lalu, kapan kita akan pergi ke sana?" seru Logan yang memunculkan kepala nya ke bawah sambil menatap Alice dan Logan bergantian.
"Jika kita pergi besok, apa guru tidak akan curiga jika kita bertiga tiba-tiba tidak masuk?" jawab Alice sambil menatap layar ponsel nya dan menatap jadwal mereka untuk besok yang juga cukup padat
"Aku bisa mengatasi untuk masalah itu, aku akan berbicara pada kepala sekolah bahwa kita bertiga ada tugas untuk eskul!"
Logan menarik kedua sudut bibir nya senang, "Yak, aku benar-benar menyukai ide mu Xander. Aku setuju saja!"
Alice menatap Xander yang juga sedang menatap mereka, "Apa kalian yakin dengan ide ini? Aku kurang yakin bahwa kepala sekolah mengijinkan kita!"
"Tidak masalah Alice, Xander handal dalam hal ini. Sudah lah, lagian besok ada pelajaran fisika dan aku benar-benar tidak menyukai pelajaran itu. Sungguh membuat kepala ku ingin pecah dan membuat rambut ku rontok saja!"
Alice menghela nafas nya lalu menatap Xander dan Logan yang juga sedang menatap nya dengan tatapan memelas nya, "Baik lah, aku ikut dengan rencana kalian!"
"Yes, ini benar-benar menyenangkan sekali!" kekeh Logan lalu segera berbaring, menatap langit-langit kamar di depan nya yang semakin membuat nya bahagia
"Tapi kita harus tetap mengumpulan tugas Fisika besok, aku tidak ingin tugas ku dobel karena tidak mengumpulkan nya!" Seru Xander membuat Logan yang tadi sudah memejamkan mata nya dengan bahagia langsung meloncat dari atas dan bahkan membuat Alice sedikit terkejut
"Yak, kenapa kalian menghancurkan mimpi indah ku?" kesal Logan menggerutu
Alice menatap Logan yang duduk di sebelah nya, "Jangan meminta pada ku, aku juga tidak tau penyelesaian nomor 2. Aku hanya siap nomor 1 dan 3!" seru Alice lalu menatap catatan yang ada di depan nya sambil menunjukkan hasil pekerjaannya pada Logan.
"Yakk, ayolah Alice. Pikirkan jawaban nomor 2, aku tau kau bisa!"
"Datang lah kemari,aku bisa membantu mu nomor 2!" seru Xander membuat Alice segera beranjak dari kasur nya dan duduk di sebelah meja belajar Xander. Logan mendengkus, ia segera mengambil buku tugas nya dan ikut nimbrung. Mereka akhirnya berdiskusi mengenai tugas fisika yang belum selesai.
"Yak, tunggu dulu. Mengapa aku tiba-tiba mengerti soal ini setelah di ajari oleh kalian berdua?" seru Logan takjub yang malah bisa mengerjakan semua soal itu setelah di bantu oleh Alice dan Xander
"Kau hanya membuat sugesti bahwa kau tidak sanggup untuk mengerjakan nya Logan, padahal kau mampu untuk melakukan nya!" jawab Alice
"Yakk, ini benar-benar mudahhh!" heboh Logan saat tugas nya benar-benar selesai
"Sudah lah, kita tidur saja. Besok pagi kita harus berangkat dengan cepat agar tidak sampai terlalu lama di sana, tempat nya sedikit jauh!" seru Xander yang sudah menutup semua buku nya. Ia sedikit melirik Alice yang juga sudah menutup buku nya.
"Tapi, mengapa kau tidak ikut menjadi pemburu iblis saja Xander? Aku rasa kau pasti akan sangat berbakat jika kau ikut dengan ayah mu !" seru Logan
Xander berhenti merapikan buku-buku nya, ia menatap Logan lalu menarik nafas nya dalam "Kalian tau bahwa kau paling tidak tahan menatap darah, aku bahkan pernah pingsan saat menatap darah! Aku tidak tau sejak kapan hal itu terjadi pada ku, tapi aku benar-benar tidak sanggup!"
"Apa menjadi pemburu iblis harus berhubungan dengan darah? Memang nya apa yang mereka lakukan ?" tanya Alice
"Sebenarnya ketika menangkap iblis atau pun satan, tidak ada darah. Namun, satan ada yang memakan manusia atau menginginkan hidup dan jiwa manusia. Mereka sengaja membuat sesama manusia saling membenci dan saling membunuh. Itu sebab nya mengapa ada darah di dalam pekerjaan mereka!"
"Yak, itu benar-benar menyulitkan. Ketika manusia sudah di kuasai hawa membunuh, mereka sama-sekali tidak segan-segan bertindak seperti psikopath gila yang menguluti tubuh manusia!"
"ya begitu lah manusia, jika iman kita lemah. Mustahil kita bisa mengalahkan godaan iblis itu!" jawab Xander
"Tapi, mengapa mereka bisa menjadi pemburu iblis? Bukan kah mereka lebih kuat dari manusia?"
Xander tiba-tiba terdiam saat pertanyaan Alice membuat nya sedikit kesulitan untuk menjawab, "Sebenarnya, mereka membunuh satan yang menjelma menjadi manusia Alice. Tidak semua iblis ataupun satan yang bisa mereka hadapi, itu hanya beberapa saja. Contoh nya adalah jikininki, mereka bisa saja berubah menjadi hewan. Misal nya saja anjing dan memakan manusia karena tidak ada tumbal yang diberikan pada mereka. Oleh karena itu lah para pemburu iblis yang memiliki keistimewaan itu bisa memusnahkan mereka!"
"Holl, itu benar-benar menyeramkan. Aku bahkan tidak pernah melihat iblis itu !"
Alice tiba-tiba terdiam, keringat dingin tiba-tiba menetes dari kening nya saat mengingat wanita paruh baya yang selama ini mengaku sebagai ibu nya. "Hey, jangan pikirkan itu lagi Alice. Intinya, di dunia ini. Tidak hanya kita yang diciptakan, tapi semua yang dianggap mitos adalah nyata!" seru Xander menggenggam tangan Alice yang kelihatan pucat.
"Sudah lah, mari kita tidur!" seru Logan
Mereka lalu beranjak dari kursi masing-masing dan segera menuju kasur mereka. Sebelum Xander tidur, ia memastikan bahwa Alice tidak lagi teringat dengan kejadian yang menimpanya itu.