115. Lega Juga Akhirnya

2342 Kata

Ben POV. Beneran Naka menang banyak. Dengan alasan sudah jadian dengan Riri, santai aja cipok Riri, di rumahku lagi. Gimana aku gak senewen, kalo aku sendiri yang pergoki langsung. Andai tidak punya istri macam Puput yang bisa berdiri di tengah tengah antara aku dan Riri, pasti aku sudah ngamuk pada Naka, atau malah sudah aku hajar. Emang norak sekali aku tuh jadi abang. Aku tidak mau akui di depan Riri dan Puput aja, yang selalu bilang aku norak. Yakan aku ingat gimana takutnya aku menyentuh Puput, apalagi mencium Puput saat kami masih pacaran dulu. Kok ya Naka bisa santai cium Riri?. Masih sebatas pacaran doang loh?. Apa gak akan rugi adikku kalo sampai tidak di jadikan istri?. Tapi lalu aku ingat soal gimana bang Irash dan kak Caca pacaran dulu sebelum akhirnya menikah. Mereka ciuma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN